GTT Mogok Mengajar, Ratusan Siswa SD Terlantar

Editor: Mahadeva WS

1.651

JEMBER – Puluhan Guru Tidak Tetap (GTT), se-Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Selasa (6/11/2018), menggelar aksi mogok mengajar. Aksi dilakukan sebagai protes terhadap kebijakan pembatasan usia rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. 

Akibat aksi mogok mengajar tersebut, proses belajar mengajar di 17 SD se-Kecamatan Pakusari terganggu. Pantauan Cendana News, ratusan siswa tidak mengikuti proses belajar mengajar sejak pagi hingga pulang sekolah. “Hari ini tidak ada pelajaran, karena gurunya tidak ada,” kata salah satu siswa SDN Sumber Pinang 02, Via.

Via dan teman-teman sekolahnya hanya bermain menghabiskan waktu di halaman sekolah. Rere, siswa lainnya menyebut, akibat tidak adanya aktivitas belajar-mengajar, Dia tidak jadi mengikuti ulangan harian yang sudah dijadwalkan berlangsung Selasa. “Mestinya sekarang jadwal ulangan harian di kelas. Tapi gurunya demo. Jadi dari pagi hanya bermain saja,” tandasnya.

Koordinator Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Jember Muhammad Ali Jamil. Foto: Kusbandono.

Koordinator Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Jember, Muhammad Ali Jamil, menyampaikan, para GTT menggelar aksi mogok mengajar karena pemerintah pusat tidak juga menghiraukan aspirasi GTT. “Kita menuntut pemerintah, agar syarat perekrutan CPNS tidak ada diskriminasi. Untuk batasan umur agar dihapuskan. Karena kasihan teman-teman yang sudah berumur. Padahal kita sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun,” tegasnya.

Selain itu, GTT juga menyesalkan kebijakan pemerintah daerah, yang tidak segera memberikan Surat Keputusan (SK) kepada GTT. SK tersebut dibutuhkan untuk kepentingan sertifikasi guru. “Dengan hanya dalam bentuk SP, maka tidak ada perubahan, dan tetap kondisinya. kita menuntut SP (Surat Penugasan) dirubah menjadi SK,” tegas Ali.

Ali juga mendesak, Pemkab Jember segera mencairkan honor GTT-PTT, yang bersumber dari dana program pendidikan gratis. “Di jember masih ada sekitar seribu GTT yang belum mendapat surat penugasan dari bupati sehingga nasib mereka semakin tidak jelas,” tandasnya.

Segala upaya sudah dilakukan GTT, akan tetapi tidak juga membuahkan hasil. Oleh sebab itu GTT di Kecamatan Pakusari, terpaksa melakukan aksi mogok mengajar. Mogok mengajar di Kecamatan Pakusari, rencananya akan berlangsung selama tiga hari. Jika pemerintah tidak juga memberikan respon, GTT akan menggelar aksi mogok mengajar secara serentak se-Kabupaten Jember.

Baca Juga
Lihat juga...