Hadiri G20, Wapres bawa Misi Meredam Perang Dagang

Jusuf Kalla/Foto: Dokumentasi CDN.

JAKARTA – Wakil Presiden, Jusuf Kalla, bertolak ke Argentina menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, dengan membawa misi agenda perekonomian. Salah satunya terkait upaya Indonesia, untuk meredam potensi perang dagang Amerika Serikat dan Cina.

Wapres JK, bertolak dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Rabu (28/11/2018) pagi, didampingi Ibu Mufidah Kalla, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Syafruddin, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Sebelum bertolak, Wapres mengatakan, dalam pertemuan antarnegara dengan perekonomian 20 besar di dunia tersebut, Indonesia akan mendorong kebijakan ekonomi global. Mendorong untuk mencegah terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina. “Nanti yang paling banyak dibicarakan ialah bagaimana meredam kemungkinan perang dagang antara Cina dengan AS. Dan bagaimana adanya gejala-gejala ekonomi di dunia ini bisa menurun, bisa resesi,” kata JK.

Wapres menekankan, pentingnya upaya bersama untuk mencegah terjadinya perang dagang tersebut. Apabila tidak segera ditangani sejak dini, perang dagang tersebut akan berdampak buruk bagi negara-negara dengan perekonomian terbesar. “Bagaimana dunia ini secara ekonomi tidak terjadi perang dagang, khususnya antara Cina dengan Amerika, karena namanya globalisasi, kalau ada yang kena, pasti akan melebar ini masalah. Dan itu sangat berbahaya apabila ini tidak dilakukan,” jelasnya.

G20 merupakan forum kerja sama di bidang perekonomian, yang diikuti oleh 19 negara dengan ekonomi terbesar dan strategis, ditambah organisasi supranasional Uni Eropa. Selain dorongan kebijakan untuk menekan potensi perang dagang tersebut, Indonesia juga membawa sejumlah isu perekonomian antara lain, komitmen sistem perdagangan multilateral, pembentukan sistem pajak internasional, peningkatan partisipasi ekonomi negara berkembang serta peningkatan koordinasi dan sinergi kebijakan makro ekonomi.

KTT G20 kali ini, mengambil tema Membangun Konsensus untuk Pembangunan yang Berkelanjutan dan Adil.  Acaranya mengusung tiga agenda prioritas yaitu, meningkatkan inklusivitas dan mengurangi kesenjangan, melalui pemanfaatan teknologi, investasi pendidikan dan pelatihan, serta kebijakan fiskal dan reformasi struktural. (Ant)

Lihat juga...