Hanya 29 Orang CPNS di Sikka yang Lolos Seleksi

Editor: Mahadeva WS

186

MAUMERE – Pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Sikka, sudah dilaksanakan sejak Sabtu (3/11/2018). Rabu (7/11/2018) merupakan hari keempat proses tes bagi 2.780 peserta seleksi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Sikka Dra.Martha Huberty Pega saat memantau tes CPNS. Foto : Ebed de Rosary

“Hingga hari ke empat, hanya 29 orang yang dinyatakan lulus tes. Hari pertama lulus tiga orang, hari kedua empat, hari ketiga delapan orang, sementara hari keempat sebanyak 14 orang,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sikka, Martha Huberty Pega, Rabu (7/11/2018).

Dalam sehari, BKD Kabupaten Sikka, melaksanakan enam sesi tes. Satu sesi diikuti 120 peserta, sehingga dalam sehari ada 720 peserta seleksi CPNS yang mengikuti tes. “Semua peserta yang tidak hadir dianggap gugur. Yang datang terlambat saat ujian sudah berlangsung, dianggap gugur, apalagi tidak hadir mengikuti ujian,” tegas mantan kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sikka tersebut.

Tes menggunakan tiga ruang laboratorium komputer milik SMK N 1 Maumere. “Beratnya soal ujian, membuat peserta tidak lulus ujian tes. Dari tiga kategori tes, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), standar nilai 75, Test Inteligensia Umum (TIU) standar nilai 80, dan Test Karakteristik Kepribadian (TKP) nilai standar 143,” bebernya.

Nilai yang diperoleh peserta, harus sama atau lebih dari standar yang ditetapkan lulus. Meskipun akumulasi nilai melebihi standar, namun bila satu kategori nilai tidak mencapai standar, maka otomatis dinyatakan tidak lulus.

Maria Avilia, salah satu peserta, yang hampir lulus, hanya kurang nilai 5 pada Test Karakteristik Keperibadian, mengaku menyesal dengan hasil yang didapat. “Memang harus diakui soal tesnya sangat berat, dan memerlukan konsentrasi dan ketelitian dalam menjawab, sebab jawabannya hampir sama semuanya. Kalau terbiasa ikut psikotes mungkin berpeluang lulus,” ungkapnya.

Maria menyebut,materi tes hampir sama dengan yang ada di internet, sehingga peserta perlu mempelajari contoh-contoh soal yang bisa diperoleh di internet. “Mudah-mudahan ada kebijakan baru dari Menteri PAN RB, sehingga bisa dilakukan tes ulang, mengingat yang lulus hanya puluhan orang saja dari sekira 3.000 yang ikut tes,” sebutnya.

Baca Juga
Lihat juga...