Hargai Para Pahlawan, tak Lakukan Korupsi

Editor: Satmoko Budi Santoso

154

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berpesan ke seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di DKI lebih menghargai perjuangan para pahlawan. Salah satunya dengan tidak melakukan korupsi.

“Saya sampaikan kepada ASN di DKI bahwa minimal sekurang-kurangnya kita tidak menjadi bagian yang membuat pilar negara ini keropos. Bukan yang ikut menggerogoti anggaran, bukan yang ikut mengambil anggaran untuk kepentingan dirinya pribadi,” kata Anies di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Kemudian dia mengatakan, semua pihak bisa memberikan kontribusi untuk menghormati jasa pahlawan. Di antaranya dengan berprestasi di bidang-bidang yang digeluti.

“Karena itu, pahlawan sekarang adalah orang-orang yang bisa menambah kesejahteraan. Memiliki terobosan-terobosan di semua bidang. Jadi tidak terbatas hanya pada bidang pemerintahan saja,” ujarnya.

Menurut Anies, pegawai pemerintah punya tanggung jawab lebih, karena harus memperkuat pilar negara. Sehingga para PNS khususnya di DKI lebih menghargai perjuangan para pahlawan.

“Jangan justru yang bekerja di pemerintahan menjadi yang menggerogoti negara,” ujarnya.

Anies menekankan peringatan Hari Pahlawan jangan sekadar untuk memperingati peristiwa masa lalu. Tapi juga menjadi momentum pegawai pemerintah bekerja lebih keras mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kemudian dia mengingatkan, Indonesia saat ini dapat berdiri dengan biaya nyawa dan darah para pejuang. Oleh sebab itu, dia meminta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI tak menjadi bagian yang membuat pilar negara ini keropos.

“Bukan malah yang menggerogoti anggaran untuk kepentingan pribadinya,” ujar Anies.

Selanjutnya, para PNS dan anak muda generasi sekarang harus bisa mencontoh para semangat pahlawan.

“Para pahlawan saat berjuang tidak pernah bertanya ini hari libur atau hari kerja. Mereka menghibahkan tenaga dia, serahkan tenaganya, bahkan nyawa, mereka hibahkan nyawa itu,” jelasnya.

Mantan Mendikbud itu mengatakan, Indonesia memerlukan para pahlawan baru. “Indonesia butuh pahlawan baru yang menguasai bidangnya,” ucapnya.

Anies juga memiliki kriteria tersendiri untuk mereka yang pantas diganjar gelar pahlawan masa kini alias pahlawan milenial. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, semua warga negara Indonesia berkesempatan untuk membangun negeri Indonesia yang lebih kuat lagi dan makmur.

Untuk itu, menurut dia, pahlawan milenial adalah orang yang bisa menghadirkan kesejahteraan dan mampu membuat terobosan baru.

“Pahlawan sekarang adalah orang-orang yang bisa menambah kesejahteraan, memiliki terobosan-terobosan di semua bidang,” pungkasnya.

Pahlawan milenial, lanjut Anies, tak hanya didominasi masyarakat yang berkiprah dan bekerja di bidang pemerintahan saja.

Namun menurutnya, gelar pahlawan masa kini berlaku untuk semua kalangan masyarakat yang mampu menghadirkan ide brilian demi kepentingan masyarakat luas dan mampu mengangkat nama Indonesia di kancah Internasional.

“Jadi tidak terbatas hanya pada bidang pemerintahan saja. Jadi di semua bidang mereka yang bisa membuat Indonesia lebih baik. Indonesia yang bisa bersaing dan bersanding dengan negara-negara lain di semua bidang termasuk di bidang kreativitas,” tukasnya.

Anies merefleksi kembali perjuangan para pahlawan di masa penjajahan dulu. Dia mengatakan, di balik sosok-sosok pahlawan hebat Tanah Air itu, ada orang tua yang sudah ikhlas merelakan buah hatinya berjibaku di medan tempur.

Karenanya, Anies berharap, masyarakat di era sekarang harus menjaga dan merawat kemerdekaan yang sudah direbut dengan susah payah itu, minimal ikut berkontribusi membangun negara ini mulai dari hal-hal kecil.

“Di balik para pahlwan itu ada orang tua orang tua hebat, keluarga hebat yang sudah ikhlas menghibahkan anak-anaknya untuk ikut bertempur dan berkorban untuk negara. Sekarang sudah tidak. Apalagi yang berada di lingkungan pemerintahan adalah bekerja untuk negara yang sudah didirikan dengan biaya nyawa dan darah,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...