Hari Pahlawan, Momen Refleksi Perangi Musuh Masyarakat

Editor: Satmoko Budi Santoso

146

DENPASAR – Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini, bagi Pimpinan Wilayah Forum Bela Negara (FBN) Bali dimaknai sebagai ajang untuk mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama memerangi hal-hal yang merugikan dan merupakan musuh masyarakat, seperti korupsi, narkoba, fitnah, dan hoaks sebagaimana yang berkembang pesat di media sosial.

Ketua Dewan FBN Bali, Agustinus Nahak, mengatakan, semua itu tentu harus dibutuhkan peran serta masyarakat. Tak terkecuali para pemuda. Karena menurutnya, pemuda merupakan tameng negara dan sekaligus penerus perjuangan para pahlawan.

“Sebagai anak bangsa tentu kita bangga dan cinta kepada Tanah Air dan terus menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa ini,” ujar Agustinus Nahak, saat ditemui di Denpasar, Sabtu (10/11/2018).

Baginya, konsensus kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI adalah harga mati yang harus tetap berdiri kokoh. Berangkat dari hal tersebut, Agus Nahak menilai, situasi yang berkembang belakangan cukup mengkhawatirkan.

“Kita punya Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI itu harus dilestarikan, tetap kokoh dan berdiri kuat. Oleh sebab itu, saya juga mengimbau berpolitiklah yang sehat, demokratis, tanpa fitnah dan hoaks untuk kepentingan pribadi atau kelompok semata yang merusak tatanan bangsa yang sudah berjalan dengan baik,” tegas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan DPW FBN Bali, Pangeran Dui Mogor Hutagaol, mengajak semua pihak untuk terus menumbuhkan sikap cinta Tanah Air dengan berperan proaktif mengantisipasi ancaman di dalam negeri berupa isu negatif seperti fitnah berunsur Suku, Agama, Ras dan Antar-Golongan (SARA).

“Kami FBN mengajak warga negara agar memiliki jiwa besar dan patriotisme. Meneladani sikap pahlawan dalam menjaga NKRI sebagai wujud tanggung jawab berbangsa dan bernegara. Pancasila adalah dasar negara yang tidak bisa diganggu-gugat. Pancasila adalah sumber hukum sebagai kerangka acuan bernegara,” tambah dia.

Pangeran mengajak semua pihak menanamkan sikap rela berkorban untuk bangsa dan negara, sebagaimana yang dilakukan pahlawan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa. Ia juga mengajak mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

“Dalam konteks kekinian, mari kita membangun bela negara dengan cara disiplin, ulet, bekerja keras, tahan uji, dan pantang menyerah dalam membangun bangsa ini,” ajak dia.

Sementara itu, Wakil Bendahara DPW FBN Bali, Anak Agung Istri Mirah Candrawati mengatakan, kaum perempuan di era sekarang juga memiliki peran untuk ikut serta menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara.

Menurutnya, di tangan perempuan, generasi muda sebagai penerus bangsa akan dipertaruhkan. Oleh karena itu, pihaknya menekankan kepada kaum perempuan agar memiliki kedudukan setara dengan laki-laki.

“Perempuan sekarang sudah cerdas, kedudukannya sama dengan lelaki. Bela negara yang bisa dilakukan perempuan adalah mengisi kemerdekaan dengan mendidik anak-anak kita sebagai generasi muda agar tidak mudah goyah oleh oknum-oknum yang mau memecah-belah bangsa,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...