Hari Pahlawan, Momentum Selamatkan Bangsa

Editor: Satmoko Budi Santoso

808

YOGYAKARTA – Putri Presiden Kedua RI, Siti Hediati Hariyadi atau akrab pula disapa Titiek Soeharto, menilai, peringatan Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November harus menjadi momentum untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan NKRI.

Hal itu diperlukan agar perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan maupun pendahulu bangsa selama ini, tidak menjadi sia-sia.

“Kita prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Harga-harga sembako semakin mahal. Masih banyak kebutuhan pokok yang harus impor. Banyaknya tenaga kerja asing yang masuk. Hingga marakknya peredaran narkoba. Kita tidak boleh membiarkan hal itu. Karena itu hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. Kita harus ikut melawan. Apa gunanya perjuangan para pendahulu, kalau negara kita dihancurkan dengan narkoba, hutang asing, dan sebagainya,” ujarnya, saat mengisi kegiatan temu warga dan mantan para pejuang di Museum Memorial HM Soeharto, Kemusuk, Bantul, Sabtu (10/11/2018).

Untuk bisa menyelamatkan bangsa dan negara dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan NKRI, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya itu menilai, rakyat Indonesia harus mampu memilih seorang pemimpin yang mau memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.

Karena itu, ia mengharap, setiap rakyat agar ikut terlibat dalam proses Pemilu mendatang dan tidak boleh sekadar berpangku tangan saja.

“Negara harus diselamatkan. Jangan kita hanya berpangku tangan. Kita harus ikut berjuang memilih pemimpin yang mau memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Pemimpin seperti itu bisa kita lihat dari track record,” ujar Titiek Soeharto.

Titiek Soeharto beramah tamah dengan warga Sedayu Bantul Yogyakarta – Foto Jatmika H Kusmargana

Dalam kegiatan yang dihadiri berbagai elemen masyarakat mulai dari kelompok tani, kelompok ternak, Kelompok Wanita Tani (KWT), Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), hingga anggota Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI Polri (Pepabri) itu, Titiek Soeharto tampak berdialog dengan mereka. Titiek Soeharto juga sempat memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi warga.

Sementara itu, salah seorang mantan pejuang, Yatiman (75) dari LVRI Sedayu, Bantul, berharap agar momentum peringatan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November  dapat menumbuhkan semangat pantang menyerah di kalangan generasi penerus bangsa.

Semangat pantang menyerah itu diperlukan untuk mengisi kemerdekaan sekaligus menghadapi berbagai tantangan berat yang menunggu bangsa ke depan.

“Generasi bangsa di era sekarang harus mencontoh semangat pantang menyerah yang dimiliki para pejuang dahulu. Karena dengan semangat itulah, kita bisa merdeka dan lepas dari tangan penjajah. Namun perjuangan generasi sekarang bukanlah menghadapi penjajah secara fisik, melainkan penjajahan baik secara ekonomi, budaya, dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...