HMI Balikpapan Tuntut Kasus Dugaan Korupsi RPU Diusut Tuntas

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

157

BALIKPAPAN — Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Rumah Potong Unggas (RPU) di Balikpapan yang kini memasuki masa sidang di Pengadilan Tipikor Samarinda menjadi sorotan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Mereka membawa lima ekor ayam ras yang masih hidup dan menggelar aksi dengan menutup mulut menggunakan lakban di gerbang kantor Wali Kota, Kamis sore (8/11/2018).

“Ini menjadi aksi kami yang keempat kalinya agar kasus dugaan korupsi pengadaan lahan ini diusut tuntas,” ucap Koordinator Lapangan, Rafsyan.

Pihaknya menyayangkan sikap Pemkot yang memberi pembelaan hukum atas keempat ASN yang menjadi terdakwa.

“Kami melihat seakan-akan pemerintah kota melindungi keempat ASN dengan cara memberi bantuan hukum yang bersifat intervensif,” tegasnya.

Rafsyan menjelaskan, aksi tutup mulut menggunakan lakban sebagai bentuk protes dalam kasus hukum yang dinilai ada upaya pembungkaman dalam kasus dugaan megakorupsi yang merugikan negara sebesar Rp11 miliar tersebut.

“Kami melihat banyak pejabat yang bungkam, seolah-olah tidak mengetahui kasus ini,” bebernya.

HMI juga minta kepada Ketua DPRD dan Wali Kota untuk menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat terkait kronologis membengkaknya anggaran pengadaan lahan RPU dari Rp2,5 miliar menjadi Rp12,5 miliar.

“Kami ingin Polda Kaltim agar fokus kepada persoalan, siapa yang bertanggung jawab penuh terhadap membengkaknya anggaran lahan RPU,” ujarnya.

Sementara itu, kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RPU telah disidangkan oleh Pengadilan Tipikor Samarinda pada 7 November 2018 kemarin, yang menghadirkan tiga terdakwa.

Ketiga terdakwa yang hadir diantaranya CC, mantan Kepala DPKP; RT, mantan Kasi Kesehatan Masyarakat dan Veterier DPKP; dan SL, sebagai masyarakat penerima ganti rugi lahan.

Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum mendakwa para tersangka dengan pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diganti dengan Undang-Undang 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Sekedar informasi, peserta memulai aksi dengan berjalan dari Taman Bekapai menuju kantor Wali Kota Balikpapan dengan mengenakan baju serba hitam. Belasan aktivis ini menuntut agar kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RPU diusut tuntas.

Baca Juga
Lihat juga...