Hujan Ekstrem Landa Cilacap

147
Hujan, ilustrasi -Dok: CDN
CILACAP – Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan, sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, diguyur hujan lebat hingga ekstrem, Selasa (6/11/2018).
“Berdasarkan pantauan di Stasiun Meteorologi Cilacap, curah hujan tercatat sebesar 63 milimeter, di Bandara Tunggul Wulung mencapai 179 milimeter, dan Binangun mencapai 189 milimeter. Curah hujan tersebut dikategorikan lebat hingga ekstrem,” katanya, di Cilacap, Selasa (6/11/2018).
Ia mengatakan, batasan lebat adalah lebih besar dari 50 milimeter per hari, sedangkan ektrem lebih dari 100 milimeter per hari.
Terkait hal itu, dia mengimbau warga Kabupaten Cilacap, terutama yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan, karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi pada hari Selasa (6/11).
Berdasarkan pantauan BMKG, peningkatan curah hujan ini adanya perlambatan dan area pertemuan angin yang memanjang dari Jawa bagian timur hingga barat, sehingga meningkatkan kelembaban udara di wilayah Jawa.
“Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia, yang diprakirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy, mengatakan, hujan ekstrem yang mengguyur sejumlah wilayah Cilacap pada Senin (5/11) malam hingga Selasa (6/11) pagi, dilaporkan telah mengakibatkan genangan di beberapa lokasi, seperti Dusun Cikorol, Desa Brebeg, Kecamatan Jeruklegi.
“Selain itu, di Bandara Tunggul Wulung juga dilaporkan terjadi longsoran di dekat landasan pacu, tapi tidak parah. Kami akan terus memantau perkembangan dan dampak dari hujan ekstrem ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas III Tunggul Wulung, Denny Ariyanto, mengatakan longsoran yang terjadi di Bandara Tunggul Wulung tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan.
Menurut dia, longsoran dengan lebar 25 meter dan kedalaman sekitar 30 meter tersebut, terjadi di dekat pagar bandara hingga mendekati setrip landasan pacu.
“Saat ini, kami masih menangani longsoran tersebut. Kami harap tidak sampai mengganggu aktivitas penerbangan,” katanya.
Salah seorang sukarelawan penanggulangan bencana Desa Brebeg, Achmad Zaenudin, mengatakan tinggi genangan air akibat hujan ekstrem di Dusun Cikorol cukup tinggi.
“Tinggi genangan air di jalan mencapai lutut orang dewasa, sedangkan di sawah sekitar dua meter. Akibatnya, 30 keluarga yang bermukim di Dusun Cikorol terisolasi, bahkan ada satu rumah warga yang sempat kemasukan air karena letaknya di tepi sungai,” katanya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...