Hujan Turun, KP2C Pantau Debit Air Cileungsi-Cikeas

Editor: Mahadeva WS

BEKASI – Memasuki musim penghujan, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), fokus memantau potensi banjir di aliran Sungai Cileungsi-Cikeas. Hasil pemantauan akan diinformasikan kepada masyarakat di wilayah terdampak banjir.

Puarman Kahar Ke tua KP2C – Foto M Amin

“Jikapun terjadi banjir, masyarakat sudah tahu empat jam sebelum kejadian. Masyarakat sudah mendapat informasi, yang dikirimkan secara berantai oleh tim dilapangan,” kata Ketua KP2C, Puarman, kepada Cendana News, Rabu (7/11/2018).

Untuk meminimalisir resiko banjir, upaya yang dilakukan adalah memperbaiki tanggul bocor, memperbaiki pintu air. KP2C juga mengoptimalkan koordinasi dengan operator bendung Bekasi. Ada dua wilayah terdampak banjir luapan Kali Cileungsi dan Cikeas. Di Kabupaten Bogor meliputi, Villa Nusa Indah, Vila Mahkota Pesona di Kecamatan Gunungputri berbatasan langsung dengan Kota Bekasi.

Sedangkan kawasan rawan banjir di Kota Bekasi diantaranya, Puri Nusaphala, Mandosi, Pondokgede Pernai, Villa Jatirasa, Kemang Ifi Graha, komplek AL, Jati Asih indah, Pondok Mitra Kestari, Jakakencana, Depnaker, Babelan Teluk Pucung dan Muara Gembong kawasan Kabupaten Bekasi.

Puarman menyebut, luas Daerah Aliran Sungai (DAS) sungai Cileungsi ada 26.500 hektare. Sedangkan untuk Cikeas ada 11.350 hektare. “Sungai Cileungsi lebih mengkhawatirkan dibanding Sungai Cikeas. Itu melihat dari luas Sungai Cileungsi,” jelasnya.

Jika luapan debit air Kali Cikeas lebih tinggi dari Kali Cileungsi, maka potensi banjir tidak terlalu mengkhawatirkan. Tetapi jika Kali Cileungsi debitnya naik, maka akan terjadi banjir di Kota Bekasi. Untuk meminimalisirikan potensi banjir kiriman di hilir Sungai, harus dilakukan normalisasi sungai, pembuatan tanggul permanen, pembuatan cek dam, dan pembangunan waduk di hulu Cileungsi.

Lihat juga...