Identifikasi Korban JT 610, Keluarga Diminta Serahkan Data Detail

Editor: Mahadeva WS

178

JAKARTA – Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, diminta membantu proses identifikasi, dengan memberikan keterangan secara detail data yang dibutuhkan Tim Ante-mortem.

Ketua Tim Ante-mortem, Kombes Pol Dr. Kiki Saljiyana, menyebut, saat pertama menerima laporan dari keluarga korban, tim akan mendata secara umum, yaitu semua hal yang terkait dengan korban. Terutama hubungan pihak pelapor dengan korban. “Data umum ini sangat penting sekali, karena akan dibawa ke sidang rekonsiliasi. Yang penting juga adalah sidik jari, jadi kita meminta pihak keluarga untuk membawa dokumen yang memiliki sidik jari korban, seperti ijazah,” kata Saljiyana, Selasa (6/11/2018) siang.

Data ante mortem lain yang dibutuhkan adalah, data gigi geligi korban. Gigi menjadi data identifikasi primer karena, tidak ada satu pun yang mirip antara satu dengan lainnya. “Gigi juga sangat tahan panas dan juga mudah dikenali,” jelas Saljiyana.

Sesi wawancara dengan pihak keluarga korban, juga dimanfaatkan untuk mendapatkan ciri fisiologis korban. Misalnya, ciri rambut panjang atau pendek, di cat atau tidak, atau ciri tanda lahir di bagian muka yang mudah dikenali. “Salah satu yang mudah dikenali itu adalah tato. Dan biasanya keluarga dekat memang tahu tentang ini. Atau ciri lainnya, misalnya tahi lalat pada bagian tubuh yang mudah dikenali. Ini akan membantu pada identifikasi awal,” jelas Saljiyana.

Properti juga termasuk hal yang penting, seperti baju yang terakhir dipakai, mulai dari jenis bajunya, merk dan warna baju. “Biasanya tim ante mortem, akan sering melakukan wawancara via telpon juga. Untuk membantu keluarga memberikan informasi yang kami butuhkan. Dan tim kami memang memiliki kemampuan untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Karena terkadang keluarga yang sedang dalam kondisi bingung, lupa untuk menyampaikan saat melaporkan pertama kali,” tandas Saljiyana.

Untuk memudahkan keluarga korban memberikan data, tim ante mortem membuka posko di beberapa titik di daerah.Dalam kasus jatuhnya Lion Air JT 610, posko dibuka di Bangka Belitung, Jawa Barat dan Yogyakarta.

Baca Juga
Lihat juga...