Ikan Laut di Palu Masih Sepi Pembeli

157

PALU  – Beberapa pedagang di pasar tradisional Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengatakan bahwa ikan laut masih sepi pembeli pascagempa bumi 7,4 skala Richter dan tsunami 28 September 2018.

Udin seorang pedagang ikan laut di Palu, Sabtu, membenarkan bahwa selera warga masyarakat pada ikan laut belum pulih padahal bencana alam sudah satu setengah bulan berlalu.

Padahal, kata Udin, seorang pedagang ikan di kawasan Pasar Masomba Palu, ikan-ikan yang dijual saat ini bukan dari Teluk Palu atau Kabupaten Donggala.

Ikan-ikan laut yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional di Kota Palu kebanyakan didatangkan dari Tolitoli dan Morowali.

Lagi pula, nelayan di Palu dan Donggala hingga kini masih belum melaut.

Di sisi lain, hingga sekarang, masih berkembang anggapan di masyarakat bahwa ikan-ikan di perairan Teluk Palu dan Donggala telah makan mayat korban gempa dan tsunami.

Menurut Udin, pascabencana alam tersebut, tempat-tempat penjualan ikan terbilang sepi.

Warga masyarakat, katanya, beralih membeli daging ayam, daging sapi, tahu,tempe dan telur ayam.

Hal senada juga disampaikan Sri, penjualan ikan di kawasan Pasar Manonda.

Ia mengatakan, “Banyak orang yang masih enggan makan ikan laut. Sekarang ini, ikan air tawar seperti mujair, mas dan gabus justru yang laku keras.” Sementara Eman, salah seorang pedagang ayam di kawasan Pasar Masomba mengatakan daging ayam sangat laris.

Banyaknya permintaan, membuat pedagang kewalahan untuk memenuhi, sebab stok ayam juga tidak memadai.

Ayam yang dijual saat ini kebanyakan didatangkan para pedagang dari Kaltim dan Sulsel. “Itupun stoknya kurang,” kata dia.

Pedagang mendatangkan ayam dari luar daerah, sebab semua peternakan ayam di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, habis diterjang gempa bumi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...