Indonesia Gagal Melaju ke Final Futsal Piala AFF 2018

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

154

YOGYAKARTA — Indonesia gagal lolos ke final futsal Piala AFF 2018 setelah dipaksa menyerah oleh rival bebuyutan, Thailand. Dalam duel semifinal di GOR UNY, Yogyakarta, Jumat (9/11/2018), Timnas kalah 2-3 lewat perpanjangan waktu.

Meski kalah, Indonesia tetap mendapatkan tiket ke Piala AFC 2020 karena hanya empat tim teratas Piala AFF 2018 yang dapat lolos.

Meski mampu memberi perlawanan terhadap Thailand, namun Tim Nasional yang mendapat dukungan penuh dari suporter tertinggal lebih dulu saat Apiwat Chaemcharoen mencetak gol menit ke sembilan.

Apiwat mencetak gol keduanya sekaligus menjadikan Thailand unggul 2-0 saat kiper Muhamad Nazil Purnama melakukan blunder. Dirinya terpeleset saat membawa bola yang kemudian dimanfaatkan Apiwat.

Indonesia memperkecil ketertinggalannya lewat Andri Kustiawan di menit 22. Bahkan tim Merah Putih kemudian menyamakan kedudukan saat pertandingan tinggal 12 detik. Gol tercipta dari second penalty yang diselesaikan Muhammad Subhan.

Di perpanjangan waktu, Thailand berhasil memanfaatkan kelengahan pemain Indonesia. Gol yang mengantarkan Thailand ke final dicetak Keattiton Chamaemkhet saat laga tersisa 50 detik.

Meski mengimbangi Thailand, namun pelatih Kensuke Takahashi mengungkapkan kekalahan Indonesia tidak terlepas dari faktor pengalaman dan detil permainan. Pelatih asal Jepang ini tetap puas dengan penampilan Timnas.

“Terima kasih kepada pemain. Mereka menunjukkan permainan yang terbaik di pertandingan yang keras dan ketat. Ini benar-benar pertarungan taktikal dan fisik,” kata Takahashi.

“Hanya kami kalah pengalaman. Pemain juga terlalu menghormati lawan, terutama di menit-menit awal. Selain itu, kami masih bermasalah dengan detil permainanan. Saya senang karena tim selalu dapat mengejar ketinggalan. Tim juga masih harus diperbaiki,” ujarnya lagi.

Menurut Takahashi, pengalaman bertanding sangat penting di futsal untuk mengurangi kesalahan.

“Pengalaman membuat pemain bisa tahu bagaimana menghadapi pertahanan lawan, bagaimana dia berlari,” katanya.

Pelatih Thailand, Jose Maria Pazos Mendez mengakui ini pertandingan terberat yang dilakoni timnya. Menurut dia, Indonesia merupakan tim yang bagus. Mereka memiliki banyak pemain yang cepat dan didukung pertahanan yang kokoh.

“Ini yang menyulitkan kami. Pertahanan Indonesia sangat bagus. Pemainnya juga cepat. Setelah unggul, kami justru tidak bisa mengontrol permainan dan sering kehilangan bola. Namun setelah skor menjadi 2-1, kami lebih bisa menguasai permainan,” kata Mendez.

Pelatih asal Spanyol ini tetap puas dengan pencapaian timnya. Apalagi, Thailand kembali masuk final dan berpeluang melanjutkan dominasinya di Asia Tenggara.

Baca Juga
Lihat juga...