hut

Inggrid tak Bisa Menolak Kegiatan Budaya

Editor: Koko Triarko

Inggrid Widjanarko -Foto: Akhmad Sekhu
JAKARTA – Inggrid Widjanarko, termasuk artis yang sangat perhatian terhadap karya budaya bangsa. Ia mengaku tak bisa menolak untuk mendukung berbagai kegiatan acara pelestarian budaya, bahkan mengoleksi banyak pakaian adat budaya, dari Sabang sampai Merauke.
Sebagai salah seorang publik figur, Inggrid menyadari peran dan kegiatannya di tengah masyarakat selalu menjadi sorotan, sehingga menunjukkan perilaku yang baik, seperti dukungan terhadap karya budaya bangsa, penting dilakukan.
“Saya pecinta tenun, batik dan sebagainya, jadi selalu menyempatkan diri datang kalau ada acara pameran tenun, batik, dan kerajinan tradisional lainnya,“ kata Inggrid Widjanarko, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (24/11/2018).
Perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 18 Agustus 1958, itu membeberkan, dirinya tidak pernah bilang tidak kalau datang ke acara yang memang untuk pelestarian budaya tradisional kita.
“Saya sangat mencintai karya-karya budaya tradisional kita, yang memang sudah dahsyat dan hebat sekali,“ bebernya.
Inggrid mengaku dirinya selalu diminta untuk mengisi acara, baik menjadi MC maupon komentator. “Sayang sekali kalau acara pameran seperti ini tidak dikunjungi masyarakat, karena tidak kenal maka tidak sayang, “ ungkap artis yang memiliki segudang aktivitas di dunia intertainmen mulai dari akting, teater hingga menyanyi.
Menurutnya, tidak membeli pun tidak pada pergi ke pameran. Paling tidak, awalnya hanya melihat dulu, yang itu berarti punya perhatian dan apresiasi, dan diharapkan kemudian mau menghargai dengan cara membeli.
Inggrid berharap, setiap tahun acara pameran seperti ini selalu kontinyu digelar. “Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang mencintai budaya bangsa kita sendiri?“ ucapnya.
Berbagai pakaian adat dikoleksi Inggrid, tak hanya pakaian Jawa, tapi juga Sumatra, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. “Intinya semua pakaian adat dari Sabang sampai Merauke, saya suka dan mengoleksi,“ tegasnya.
Inggrid menyarankan, harganya murah agar dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.  “Sebisa mungkin dengan kualitas yang tetap bagus, harganya bisa dijangkau, jadi kalau datang ke pameran orang-orang juga bisa beli sesuatu, paling tidak satu buah,“ tandasnya.
Lihat juga...