Jalan Rusak di Rute TdS 2018, Akibat Hujan Lebat

Editor: Koko Triarko

152
SOLOK – Race Director Tour de Singkarak (TdS) 2018, Jamaluddin Mahmood, mengaku ada kerusakan jalan di sejumlah rute TdS. Namun, kerusakan itu bukan karena tidak diperbaiki, melainkan tergores dan terkelupas oleh derasnya hujan yang turun beberapa hari belakangan ini. 
Ia menyebutkan, telah mengingatkan kepada marshall untuk memberikan peringatan kepada pebalap, bila menemukan kemungkinan jalan yang kurang aman untuk dilalui dengan kecepatan yang tinggi.
“Soal jalan sebenarnya sudah diperbaiki oleh pemerintah setempat. Tapi, jalan yang diperbaiki itu kembali rusak, akibat hujan yang turun dengan intensitas lebat,” katanya, di Dermaga Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, yang merupakan lokasi start stage III, Solok – Tanah Datar, Selasa (6/11/2018).
Race Director Tour de Singkarak (TdS) 2018, Jamaluddin Mahmood/Foto: M. Noli Hendra
Jamal menjelaskan, sejauh ini belum ada keluhan dari para pebalap terkait kondisi jalan. Namun dari penyelenggara, tentunya tidak ingin ada hal yang membahayakan dari pebalap. Persoalan kecelakaan yang terjadi pada etape I, dulu, betul akibat kondisi jalan yang tiba-tiba ada retak. Padahal, di titik jatuh itu sudah ditambal, namun karena hujan, jalan itu menjadi retak.
Menurutnya, terkait adanya saran Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, melalui Wakil Gubernur, Nasrul Arbit, tentang perlunya rambu-rambu peringatan, juga sudah dipasang. Terkait jalan kurang aman, juga telah ada marshall yang memberikan peringatan, dengan cara mengibarkan bendera kuning, yang maksudnya pebalap diminta hati-hati.
“Kita tentunya tidak membiarkan kondisi rute, rusak. Intinya, kondisi jalan yang terjadi itu akibat hujan yang turun dengan intensitas lebat,” ujarnya.
Jamal juga mengatakan, sampai saat ini terkait rute etape yang masih dilakukan pengerjaan perbaikan, ada di daerah Kabupaten Solok Selatan. Di sana ada beberapa titik yang perlu dilakukan perbaikan, dengan cara tambal sulam. Khusus di sana, diperkirakan sebelum dilalui, sudah selesai pengerjaannya.
Sementara tentang adanya kemungkinan jalan longsor akibat tingginya curah hujan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas PU setempat, untuk men-standby-kan alat berat di lokasi rawan bencana longsor.
“Berapa jumlah unit alat beratnya, saya kurang tahu, yang jelas segala kemungkinan yang berkaitan dengan bencana alam, kita coba untuk mengantisipasinya,” sebutnya.
Sementara untuk etape III hari ini, yang dimulai dari Danau Singkarak di Kabupaten Solok, adalah sebuah danau dengan luas 107,8 kilometer persegi. Danau yang membentang di dua kabupaten, yakni Solok dan Tanah Datar, ini merupakan danau terluas kedua di Pulau Sumatra.
“Nah, kalau untuk kondisi jalan etape III ini tidak ada kendala. Karena kondisi jalan benar-benar aman dan bersih dari lubang jalan,” ucapnya.
Untuk etape III ini, selain merupakan objek wisata potensial Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Danau Singkarak juga sudah menjadi ikon dari sport tourism Tour de Singkarak. Setiap tahun, angka kunjungan wisatawan di objek wisata ini terus meningkat.
Tidak hanya itu, di masing-masing titik atau rute yang dilintasi, seperti di Saniang Baka, Batu Taba, Simpang Kubu Karambia, Simabur, Pasar Batusangkar, Gd Indojalito, dan Gedung Nasional, juga menawarkan keindahan dan kearifan lokal yang beragam.
Di Etape III yang hanya diikuti 95 pebalap ini, lantaran pada etape sebelumnya ada dua pembalap yang tidak ikut start, lima pembalap keluar di tengah jalannya perlombaan, dan dua pembalap lagi didiskualifikasi.
Dua titik King of Mountain yang terdapat di kawasan Malalo dan Batipuh, serta tiga titik sprint, masing-masing di Malalo, Batipuh dan terakhir di Pagaruyuang, menjadi rintangan yang harus dilalui setiap pembalap. Mereka akan beradu cepat dan kuat untuk menyabet gelar raja sprint dan raja tanjakan di etape ini.
Baca Juga
Lihat juga...