Jawa Tengah Juara Umum Karnaval Keprajuritan TMII 2018

Editor: Mahadeva WS

1.057

JAKARTA – Prajurit Ki Ageng Gringsing menghantarkan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meraih juara umum Karnaval Keprajuritan Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) 2018.

“Alhamdulilah kami meraih juara umum Karnaval Keprajuritan Nusantara TMII 2018. Ini pertama kali kami tampil di TMII, dan meraih juara umum,” ujar  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Ahmad Taufik kepada Cendana News, usai penyerahan penghargaan di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Minggu (11/11/2018) malam.

Ahmad mengaku bangga, Kabupaten Batang bisa mewakili Jawa Tengah, tampil di Karnaval Keprajuritan Nusantara TMII. Sebelum tampil di TMII, tim keseniannya terlebih dulu tampil di Provinsi Jawa Tengah, dalam gelar budaya, sebagai ajang seleksi.

Prajurit Ki Ageng Gringsing pada Karnaval Keprajuritan Nusantara TMII 2018 di Plaza Tugu Api Pancasila TMII, Jakarta, Minggu (11/11/2018) sore. Foto : Sri Sugiarti.

Dalam gelaran kesenian tersebut, Kabupaten Batang meraih juara, dan dipercaya untuk tampil di tingkat provinsi pada Karnaval Keprajuritan Nusantara TMII 2018. Dengan prestasi tersebut, diharapkannya, pelaku seni dan budaya Kabupaten Batang, semakin bersemangat untuk melestarikan tarian daerah.

Jawa Tengah, berhasil memperoleh penghargaan terbanyak dalam Karnaval Keprajuritan yang diikuti 11 provinsi. Jawa Tengah berhasil menjadi penyaji terbaik, penyaji unggulan, penyaji atraksi dan orisinalitas terbaik, serta penyaji arak-arakan terbaik.

“Jawa Tengah, sebagai juara umum atau penyaji terbaik dan berhak menerima piala Direktur Umum TMII, memboyong piala bergilir Panglima TNI RI, serta uang pembinaan sebesar Rp10 juta. Selamat untuk Jawa Tengah,” kata Susanti, salah satu juri Karnaval Keprajuritan Nusantara TMII 2018 saat membacakan pengumuman pemenang.

Dalam kompetisi bergengsi tingkat nasional ini, Jawa Tengah membawakan cerita Prajurit Ki Ageng Gringsing, karya Bambang Suryantoro. Sutradara, Ratna Kencanawati, penata musik Agus Effendi, penata gerak Rangghita Anjali dan penata arsistik, Kustantinah.

Prajurit Ki Ageng Gringsing berkisah perjuangan Ki Ageng Gringsing bersama prajuritnya, dalam melawan dan mengusir penjajah di Kabupaten Batang. Dalam penyajiannya, prajurit ditampilkan dua kelompok yaitu bergodo putra dan bergodo putri, lengkap dengan senjata. Seperti, silat, umbul-umbul, pedang, tameng, tombak, panah dan cundrik.

Ki Ageng Gringsing bisa menjelma menjadi harimau atau simo dalam bahasa Jawa, ketika menghadapi tentara Belanda atau penjajah. Arak-arak prajurit ditata dengan sentuhan masa lampau, yang dibalut koreografi, tata rias busana, alunan gamelan, tambur, terompet dan merdunya tembang Jawa.

Kehadiran Ki Ageng Gringsing dan Nyi Gringsing dalam Karnaval Keprajuritan Nusantara TMII 2018, menjadi sajian yang mempesona. “Ki Ageng Gringsing adalah  tokoh pejuang Batang. Beliau adalah ulama, pada saat melawan penjajah, dia bisa berubah fisik jadi simo. Maka tariannya disebut Simo Gringsing,” pungkas Taufik.

Baca Juga
Lihat juga...