JPO di Ibu Kota Dibuat Mewah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menuturkan revitalisasi terhadap tiga jembatan penyeberangan orang (JPO), saat ini tengah dilakukan di sepanjang jalan Sudirman. Revitalisasi itu dibuat berbeda pada JPO lainnya dari sisi pencahayaan dan lebih artistik. 
“Tentunya, ada keistimewaannya. Ada lift disiapkan untuk penyandang disabilitas. Bentuknya artistik dan ada tata pencahayaannya. Kami minta yang indah, tentunya lebih berwarna,” ujar Heru, saat dikonfirmasi wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).
Namun, ada satu JPO yang dibangun separuh, seperti di JPO Polda Metro Jaya, karena kondisinya sudah terpotong.  “Tidak bangun ulang, hanya direvitalisasi, dipercantik. Kecuali yang di Polda, karena separuh JPO-nya sudah tidak ada, jadi bangun separuh,” kata Heru.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018). -Foto: Lina Fitria
Selanjutnya, ketiga JPO itu juga bakal dipasangi camera closed circuit television (CCTV) dan dilengkapi pencahayaan warna warni. “Bentuknya artistik atau ikonik, dan ada tata pencahayaannya,” ujarnya.
Menurutnya, revitalisasi itu untuk mempercantik JPO yang ada di Ibu Kota Jakarta, agar masyarakat merasakan kenyamanan saat menggunakan JPO.
Heru menuturkan, revitalisasi tiga JPO menggunakan dana kompensasi dari kelebihan koefisien lantai bangunan (KLB) perusahaan swasta. Ketika ditanya soal dananya, dia mengaku tidak hafal, pasalnya yang berkontrak antara PKN dengan penyedia jasa.
“Anggaran pakai dana swasta melalui KLB. Seperti Semanggi. Perusahaannya beda dengan Semanggi. Yang revitalisasi JPO perusahaannya PT Permadani Katulistiwa Nusantara itu nilainya saya tidak hafal, karena yang berkontrak antar PKN dengan penyedia jasa,” paparnya.
Heru menjelaskan, revitalisasi ketiga JPO akan memakan waktu sekitar 1-2 bulan. Dengan kisaran itu, dia memperhitungkan pembangunan rampung akhir Desember 2018. Dua halte TransJakarta di sekitar kawasan Bundaran Senayan serta Polda Metro Jaya tidak dapat digunakan. Namun, pihaknya sudah menyiapkan zebra cross bagi penumpang untuk menuju halte.
“Yang berdampak dua halte akan dilakukan penutupan,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Imam Adi Nugraha, menyatakan revitalisasi telah dimulai hari ini. Fasilitas yang disediakan pun lebih lengkap dibanding JPO lainnya.
“Desain yang ikonik beda dari JPO yang lain, CCTV dan pencahayaan akan dilengkapi di JPO tersebut. Desain beda-beda, untuk JPO Polda dan Bundaran Senayan itu, sama, tapi untuk GBK, beda,” ungkapnya.
Debelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berjanji melakukan revitalisasi 12 jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan konsep kekinian. Rencananya, JPO ini bakal dilengkapi fasilitas-fasilitas mewah yang tak ada di JPO ibu kota sebelumnya.
Proyek ini dimulai dengan merevitalisasi tiga JPO, yaitu di Ratu Plaza, Stadion Utama Gelora Bung Karno, dan Polda Metro Jaya.
Pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno siap menghamburkan Rp56 miliar untuk ketiga JPO itu.
Dalam dokumen estimasi rencana anggaran biaya (RAB) yang diterima pewarta dari Sandi, total biaya revitalisasi tiga JPO ini sebesar Rp56.383.065.000.
Masing-masing JPO di tiga wilayah itu berkisar secara rinci, JPO Ratu Plaza diestimasikan menelan biaya Rp17.394.300.000, JPO Gelora Bung Karno Rp18.471.600.000, dan JPO Polda Metro Jaya Rp19.362.000.000.
Nilai fantastis tersebut termasuk pemasangan beberapa fitur mewah dari JPO pada pemerintah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Gubernur Sandiaga Uno.
Lihat juga...