Kebutuhan SDM Semakin Besar, Sekolah Penerbangan Masih Terbatas

Editor: Satmoko Budi Santoso

168

YOGYAKARTA – Semakin meningkatnya kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia penerbangan Indonesia saat ini, ternyata belum diimbangi dengan jumlah sekolah yang fokus mencetak lulusan handal di bidang profesi tersebut.

Salah satu profesi di dunia penerbangan yang masih banyak dibutuhkan adalah Flight Operation Officer (FOO) atau personel penerbangan yang disertifikasi Kementerian Perhubungan, yang bertindak sebagai salah satu pihak penanggungjawab keselamatan dari proses penerbangan. FOO menjadi satu bagian penting dari pengoperasian penerbangan selain pilot dan teknisi.

“Kebutuhan akan profesi FOO ini semakin besar. Hal ini tak lepas karena perkembangan dunia penerbangan berdasarkan statistik bidang itu menunjukkan kinerja yang positif. Tiap tahun jumlah penerbangan dan jumlah penumpang terus meningkat. Sementara SDM masih kurang, karena sekolah penerbangan juga masih terbatas” ujar Arif Rahman, pendiri PT. Aeropors Academy, saat ditemui di sela event Job Fair Sekolah Vokasi UGM, baru-baru ini.

Terbatasnya SDM handal yang mengisi profesi FOO itu membuat banyak pencari kerja tertarik terjun ke dunia penerbangan. Mengingat peluang kerja profesi tersebut sangat besar. Terlebih saat ini pemerintah begitu gencar memperbanyak pembangunan infrastruktur bandara baru di sejumlah daerah.

“Apalagi tak lama lagi Yogyakarta juga akan memiliki bandara baru di Kulon Progo. Dan dengan terus bertambahnya maskapai, kebutuhan SDM dunia penerbangan khususnya FOO ini juga pasti akan semakin bertambah,” ujarnya

Arif menuturkan, atas dasar masih timpangnya jumlah sekolah yang ada dan besarnya kebutuhan FOO inilah, pihaknya melalui PT. Aeroporos Academy mulai memperlebar jaringan ke Yogyakarta.

Ia menuturkan, para pelamar kerja untuk profesi FOO itu nantinya akan dapat diserap oleh induk PT. Aeoroporos Academy yakni Aeroporos Grup untuk dijadikan SDM handal saat berkiprah dalam dunia penerbangan.

Kepala Sekolah PT. Aeroporos Academy, Yudhi Prakoso, menuturkan, pihaknya sendiri selama ini memang lebih banyak mencetak lulusan FOO, meski tetap mengarah ke profesi lain seperti airline staff dan bidang non-penerbangan lain.

Tak hanya fokus mencetak out put andal, ia juga mengaku fokus pada penyaluran lulusan agar begitu selesai menempuh pendidikan mereka akan langsung mendapatkan posisi yang diincar.

Sementara itu, salah seorang pencari kerja profesi FOO, Restu Dwi Cahyo asal Kebumen, mengaku tertarik untuk ikut pendidikan dan penyaluran kerja di Aeroporos Akademi karena memang ia sudah menyukai dunia penerbangan sejak lama. Meski memiliki risiko tinggi, ia menilai bisa masuk kerja di dunia penerbangan merupakan cita-cita serta hal yang luar biasa baginya.

“Saya memang sudah lama tertarik dengan dunia penerbangan dan ingin berkarya di dalamnya. Ya walaupun kemarin sempat ada peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air, tetap tidak mempengaruhi minat saya. Karena seperti itu kan sesuatu yang tidak bisa diduga,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...