Kejaksaan Agung Kerja Sama Pemulihan Aset di Jaringan Asia Pasifik

169
Ilustrasi Kejaksaan - foto dokumentasi CDN

JAKARTA — Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan RI mengembangkan kerja sama dalam jejaring informal pemulihan aset di jaringan Asia Pasifik (Asset Recovery Inter-Agency Network Asia Pasific/ARIN-AP) untuk saling berbagi informasi.

Jejaring informal di kawasan regional itu merupakan pengembangan lebih lanjut dari Camden Asset Recovery Inter-Agency Network (CARIN), yakni jejaring informal pemulihan aset untuk wilayah Eropa yang dibentuk di Den Haag, Balanda pada 2004.

“Perkembangan jejaring informal sejenis ARIN-AP berkembang di setiap kawasan regional,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Mukri, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Selain ARIN, jejaring informal lainnya adalah ARIN-WA untuk wilayah Afrika Barat, ARIN-EA untuk wilayah Afrika Timur, da ARIN-SA untuk Wilayah Afrika Selatan.

PPA Kejaksaan Agung pun menjadi kontak penghubung dalam jejaring informal pemulihan aset ARIN-AP, yakni ARIN-AP kini memiliki sekretariat permanen di Kejaksaan Agung RI dan di Seoul, Korea Selatan.

Pertemuan kelima ARIN-AP di Bali pada Selasa ini, dibuka Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Agustina Loeke Larasati.

Selain membahas jejaring informal, juga tentang penentuan Pilpres 2019, pendanaan jejaring, pendaftaran anggota pengawas baru, pengembangan basis data, dan mekanisme standar dalam pertukaran informasi.

“Pertemuan tahunan yang kelima di Bali itu, digelar untuk membahas berbagai hal terbaru dalam kegiatan jejaring ARIN-AP diikuti 20 negara,” ujar Mukri pula. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...