Kembali Melaut, Permintaan Es Balok di Lamsel Meningkat

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

120

LAMPUNG — Kondisi cuaca yang membaik di perairan Selat Sunda didominasi angin dan ombak tenang membuat nelayan di Lampung Selatan kembali melaut. Hal tersebut juga berdampak terhadap meningkatnya permintaan es batu untuk mengawetkan hasil tangkapan.

Hasan, salah satu pemilik kapal bagan congkel di pusat pendaratan ikan (PPI) Muara Piluk, Bakauheni menyebutkan, cuaca yang membaik tersebut diiringi melimpahnya hasil tangkapan ikan.

“Sebelumnya hingga akhir Oktober kondisi didominasi angin kencang dan gelombang tinggi memaksa nelayan berhenti melaut,” sebutnya saat ditemui Cendana News, Kamis (8/11/2018).

Membaiknya cuaca di wilayah tangkapan Selat Sunda membuat ia dan nelayan lain mendapatkan hasil ikan teri, cumi hingga mencapai puluhan cekeng (keranjang) sekali melaut.

“Nelayan bagan congkel seperti kami masih mengandalkan es balok agar ikan yang diperoleh tetap segar hingga dibawa ke pengepul,” terang Hasan.

Sekali melaut ia membutuhkan sebanyak tiga balok es yang dipotong untuk dimasukkan dalam box pendingin dengan ketahanan hingga maksimal 12 jam.

Rudi, salah satu penjual es balok di PPI Muara Piluk menyebutkan, permintaan terbilang stabil pada awal November. Sebelumnya, permintaan sempat terhenti karena kondisi cuaca buruk sehingga nelayan tidak melaut.

Satu kali pengiriman, Rudi menyediakan sebanyak 80 es balok dalam kondisi normal dengan harga Rp35.000 dengan ukuran 1 meter.

“Saya belum pernah menaikkan harga sejak tiga tahun terakhir karena es balok juga sangat mendukung usaha nelayan,” beber Rudi.

Hasan (kanan) salah satu nelayan pencari ikan di Selat Sunda menyiapkan balok es sebelum melaut. Foto: Henk Widi

Pedagang ikan di pasar ikan higienis PPI Bom Kalianda, Sobri menyebutkan, kebutuhan es balok sangat penting. Keberadaan pabrik es di Lampung Selatan sangat mendukung usaha perikanan tangkap dan budidaya. Sejumlah nelayan tangkap di Kalianda, Rajabasa, dominan memanfaatkan es balok untuk menjaga kesegaran ikan terutama saat hasil tangkapan ikan melimpah.

Kondisi cuaca yang membaik disebut Sobri membuat tangkapan ikan melimpah diantaranya Teri, Selar, Kembung, Kuniran, Tongkol serta berbagai jenis lainnya.

Membaiknya tangkapan diakuinya tidak membuat harga ikan tetap stabil. Ikan teri percekeng di PPI Muara Piluk dan PPI Bom dibeli dari nelayan seharga Rp180.000, beberapa ikan lain dibeli dengan sistem lelang dengan harga mulai Rp100.000 hingga Rp300.000 per cekeng sesuai jenis ikan. Pedagang selanjutnya menjual ikan tersebut dengan sistem kiloan secara eceran.

Baca Juga
Lihat juga...