Kembangkan Warung Kelontong, Manfaatkan Pinjaman Modal Koperasi Tabur Puja

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Adanya pinjaman modal usaha senilai Rp2 juta per anggota, dari Koperasi Tabur Puja di Dusun Kemusuk Kidul, benar-benar dimanfaatkan warga untuk mengembangkan usaha.

Seperti dilakukan salah seorang pemilik warung kelontong, Marseni, warga RT 02 RW 06, Dusun Kemusuk Kidul, Argomulyo, Sedayu, Bantul.

Mendapat tawaran pinjaman modal usaha dari Kelompok Koperasi Tabur Puja Anugerah Mandiri, Marseni mengaku langsung menerima. Pasalnya, menurut Marseni, pinjaman modal usaha dari Koperasi Tabur Puja, yang didirikan Yayasan Damandiri sebagai bagian program Desa Mandiri Lestari di Argomulyo ini, sangat berbeda dari pinjaman lembaga keuangan lainnya.

“Pinjaman modal usaha dari Koperasi Tabur Puja ini, bunganya termasuk sangat ringan. Meminjam Rp2 juta saya hanya mengangsur Rp210 ribu per bulan, selama 10 kali. Itu sudah termasuk tabungan,” ujarnya kepada Cendana News.

Menurut Marseni, bunga pinjaman Koperasi Tabur Puja itu jauh lebih ringan jika dibandingkan pinjaman modal usaha dari lembaga lainnya, seperti misalnya dari BMT. Meminjam Rp5 juta dari BMT, Marseni mengaku, harus membayar angsuran hingga mencapai Rp590 ribu per bulan, selama 10 kali. Sehingga jika dihitung-hitung, bunganya saja bisa mencapai Rp900 ribu atau sekitar 18 persen.

“Selain itu, proses pencairan di Koperasi Tabur Puja ini juga sangat mudah. Syaratnya hanya identitas seperti KTP. Tanpa ada jaminan dan sebagainya. Tidak seperti di bank,” ungkapnya.

Pinjaman modal usaha senilai Rp2 juta itu sendiri dimanfaatkan Marseni untuk mengembangkan usaha warung kelontong yang terletak tak jauh dari Makam Somenggalan, yang menjadi tempat peristirahatan terakhir adik Pak Harto, yakni Probosutedjo. Dengan tambahan modal itu, ia mengaku, bisa menambah sejumlah dagangan seperti rokok, bensin, galon air, gas, dan sebagainya.

“Jelas sangat membantu masyarakat pelaku usaha kecil seperti saya. Ya bisa untuk menambah modal dagangan. Dulu yang hanya bisa stok bensin, rokok, galon atau gas dalam jumlah sedikit, sekarang bisa tambah. Jadi kalau ada pembeli tidak kecewa karena kehabisan,” katanya.

Marseni sendiri berharap, agar keberadaan Koperasi Tabur Puja di dusunnya ini bisa terus berjalan dan membantu permodalan warga desa. Yakni dengan alokasi jumlah pinjaman yang terus meningkat setiap tahun. Dengan begitu diharapkan, sejumlah usaha kecil di Dusun Kemusuk Kidul bisa berkembang, dan kesejahteraan warga masyarakatnya pun juga ikut meningkat.

“Semoga tahun depan bisa mengajukan pinjaman lagi dengan jumlah yang lebih banyak. Ya agar usaha bisa semakin berkembang. Karena saya masih butuh modal banyak untuk mengembangkan usaha warung ini,” ungkapnya yang mengaku memiliki omzet sekitar Rp1 juta per hari.

Lihat juga...