Kemenko Maritim Ajak Pelajar Buat Vlog Ekosistem Mangrove

169
JAKARTA – Setelah melakukan sosialisasi tentang Gerakan Bersih melalui drama radio Dapunta sejak dua tahun lalu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, mulai memasuki wilayah generasi milenial, dengan melakukan pelatihan pembuatan Vlog tentang ekosistem mangrove.
“Kita mengikuti tren yang ada di generasi milenial, yaitu vlog dan menjadikan mereka sebagai bagian kampanye untuk menjaga kelestarian dan kebersihan laut,” kata Asisten Deputi Bidang Budaya, Seni dan Olah Raga Bahari, Kosmas Harefa, disela kegiatan ‘Aku Mencintai Laut’, di Taman Wisata Alam Angke Kapuk Jakarta, Senin (12/11/2018).
Kosmas menyatakan, program ini merupakan suatu gerakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan laut Indonesia, dan untuk mengetahui respons generasi milenial ini pada lingkungan dan sampah.
Asisten Deputi Bidang Budaya, Seni dan Olah Raga Bahari, Kosmas Harefa, berbincang-bincang dengan siswi dari SMP 249 di sela acara Aku Mencintai Laut, di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, -Foto: Ranny Supusepa
“Gerakan ini penting untuk diketahui oleh para generasi muda. Sehingga mereka akan bisa memberi pengaruh pada gerakan ini. Untuk tidak membuang sampah di laut, tidak membuang sampah sembarangan. Pendeknya, mereka ini akan menjadi juru kampanye muda untuk menjaga laut dari sampah,” ujar Kosmas.
Kosmas mengharapkan, kegiatan ini akan mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan laut.
“Kami juga mengharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dengan anak-anak ini memviralkan apa yang mereka dapat hari ini di sini. Karena pemerintah tidak akan sanggup untuk bergerak sendiri. Semua elemen masyarakat harus terlibat dalam menjaga laut, agar terbebas dari sampah,” ucapnya.
Dara Sasti Sabrina, salah satu peserta ‘Aku Mencintai Laut’ dari SMP 249 Jakarta Barat, menyatakan rasa terima kasihnya pada pihak Kemenko Maritim, karena sudah diajak dalam acara ini.
“Saya sangat senang diundang dalam acara ini, sehingga bisa tahu cara menjaga kebersihan laut. Dan, jadi tahu juga, ternyata jika laut kotor, akan berpengaruh pada kita juga, walaupun kita tidak tinggal di dekat laut,” kata Dara.
Guru IPA SMP 249, Surnata, yang mendampingi 24 anak muridnya pada acara ini, menyatakan, bahwa pemilihan sekolahnya untuk turut dalam pelatihan ini adalah karena sudah masuknya SMP 249 dalam kategori Adiwiyata, yaitu sekolah berwawasan lingkungan.
“Saya senang, anak-anak saya yang merupakan aktivis OSIS bisa mendapatkan pengetahuan yang mendalam. Walaupun memang, kami sebagai sekolah berwawasan lingkungan sudah terbiasa untuk menjaga kebersihan. Semoga, anak-anak murid saya bisa menjadi bagian dalam mengkampanyekan gerakan menjaga kebersihan laut, baik melalui tindakan dan perkataan mereka maupun dengan vlog yang mereka pelajari hari ini,” kata Surnata.
Usai acara, semua sekolah yang berpartisipasi, SMP 249, SMP 108, SMP 201 dan SMP Al Huda, yang semuanya berlokasi di Jakarta Barat, melakukan penanaman pohon di area yang tersedia.
Baca Juga
Lihat juga...