Kemenristekdikti Dorong Peneliti Riset Sapi Indonesia

Editor: Koko Triarko

177
Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Ristek Dikti, Muhammad Dimyati dan  Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus -Foto: Jatmika H Kusmargana
YOGYAKARTA – Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, Muhammad Dimyati, mendorong para peneliti dari Fakultas Peternakan dapat menghasilkan sebuah produk riset unggulan yang bisa dibanggakan oleh bangsa Indoensia. Salah satunya, riset terkait sapi Indonesia.
“Pesan Pak Menteri, tahun depan Fakultas Peternakan harus bisa hasilkan produk riset Sapi Indonesia,” katanya, saat menjadi pembicara Simposium Nasional Penelitian dan Pengembangan Peternakan Tropik, di Auditorium Fakultas Peternakan UGM, Senin (5/11/2018).
Dalam kesempatan itu, Dimyati mengatakan publikasi riset internasional yang dihasilkan oleh peneliti Indonesia sudah semakin meningkat dalam lima tahun terakhir, bahkan berada di atas negara Singapura dan Thailand.
Sayangnya, kenaikan publikasi tersebut belum diikuti oleh kualitas produk hasil riset, karena masih kuatnya ego sektoral masing-masing lembaga.
“Saya, berharap antarperguruan tinggi dan lembaga riset saling bersinergi untuk menghasilkan hasil riset yang bisa dibanggakan oleh bangsa Indonesia di mata internasional. Karena, kita sampai saat ini belum memiliki ikon riset nasional yang bisa dibanggakan,” katanya.
Dimyati menuturkan, sudah saatnya antarperguruan tinggi bisa bersinergi untuk menghasilkan sebuah produk penelitian yang berkualitas, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjadi produk andalan bangsa Indonesia. Paling tidak adalah munculnya satu ikon riset nasional.
Ia pun mengakui, tidak mudah mesinergikan antara penelitian tersebut, karena antar lembaga dan perguruan tinggi masih mempertahankan nama besar masing-masing.
“Sampai saat ini, pengembangan riset kita masih memiliki masalah dari sisi SDM, manajemen riset dan kelembagaan, bahkan punya banyak masalah dalam setiap kluster,” ujarnya.
Meski terus dibenahi, ia menyebutkan saat ini gairah penelitian di kampus semakin meningkat, dengan adanya insentif untuk kegiatan riset. Bila dulu riset tidak dianggap di perguruan tinggi, sekarang nuansa penelitian semakin meningkat.
“Sebenarnya, dari sisi kualitas kita harus bekerja keras, ada tahapannya, ada strategi untuk mengubah mindset birokrat dan auditor yang lebih mengedepankan proses, kita dorong ke output,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus, berharap riset di bidang peternakan mampu berinovasi dalam memanfaatkan perkembangan terknologi komunikasi dan informasi, dalam pencapaian peningkatan produktivitas serta kesejahteraan peternak.
“Era revolusi industri ini memungkinkan adanya jaringan antarpeternak rakyat dan industri, yang dapat didukung oleh hasil riset akademisi kampus,” katanya.
Baca Juga
Lihat juga...