Kobarkan Semangat Kepahlawanan, TMII Gelar Lomba Lagu Perjuangan

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Untuk membangkitkan semangat perjuangan anak-anak, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar lomba menyanyi lagu Perjuangan Bernuansa Daerah.

Manajer Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam mengatakan, TMII berkomitmen membangun karakter generasi muda dengan memulainya sejak mereka usia dini. Dengan menanamkan semangat kepahlawanan, nuansa kewiraan serta cinta tanah air dan budaya bangsa.

Diharapkan mereka menjadi generasi muda masa yang berjiwa nasionalisme menghargai perjuangan para pahlawan.

Manajer Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam. Foto : Sri Sugiarti

“Lomba ini bertujuan untuk membangun karakter generasi muda berjiwa nasionalisme cinta pahlawan, negara dan budaya,” kata Manajer Program Budaya TMII, Ertis Yulia Manikam kepada Cendana News, saat ditemui di sela-sela acara di Desa Seni TMII, Jakarta, Minggu (18/11/2018).

Menurutnya, ajang ini untuk edukasi terutama dalam membangun karakter generasi muda masa depan. Karena dengan kompetisi ini mereka akan belajar saling menghargai dengan melihat kemampuan peserta lomba lainnya saat tampil menyanyi.

Saat mereka mempersiapkan diri, seandainya kalah tetap berjiwa sportif. Demikian pula yang menang tidak menyombongkan diri tapi tetap rendah hati.

“Jadi, ajang ini adalah edukasi mempersiapkan mental mereka menghadapi kehidupan. Kalah dan menang biasa, yang penting semangat juang mereka harus tetap berkobar seperti para pahlawan,” ujarnya.

Acara ini diselenggarakan oleh Bagian Diklat dan Pembinaan Potensi, Bidang Program Budaya TMII, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2018.

Lomba menyanyi dengan lagu bertema perjuangan ini diperuntukkan bagi anak-anak berusia 7 hingga 13 tahun, baik perorangan atau solo dan kelompok (grup).

Untuk peserta perorangan menyanyikan lagu wajib ‘Bendera’ versi Cokelat Band, dan lagu pilihan, menyanyikan lagu daerah.

“Untuk lagu pilihan diperbolehkan menyanyikan lagu dengan genre atau aransemen bebas. Pilihan lagu daerah juga bebas,” tandasnya.

Sedangkan untuk kostum disesuaikan dengan lagu yang dibawakan yakni aksentuasi dan variasi daerah terkait.

Adapun kriteria peserta grup, minimal 5 orang maksimal 7 orang. Lagu wajib ‘Bangun Pemuda’ dan lagu pilihan, menyanyikan lagu daerah dengan genre atau aransemen bebas begitu juga lagunya.

Kriteria penilaian jelas dia, yakni meliputi nada, irama, dinamika, produk tone atau suara, improvisasi, penguasaan materi, busana dan penampilan aksi panggung.

“Mereka bisa menampilkan ekspresi yang menarik saat pentas. Dan, dewan juri tidak pilih kasih apapun penampilan mereka harus sesuai kriteria,” tukasnya.

Para juara I, II, III, baik perorangan maupun grup berhak mendapatkan Piala Direktur Utama TMII dan Piagam Penghargaan serta uang pembinaan. Peserta Unggulan mendapat Piagam Penghargaan dari Direktur Utama TMII, serta seluruh peserta mendapatkan Piagam Kepesertaan dari Direktur Utama TMII.

Angelina Gracilla, salah satu peserta mengaku, sering ikut lomba menyanyi tapi tampil di TMII baru kali ini.

Siswi kelas 6 SD Budi Mulia ini merasa bangga bisa ikut lomba lagu perjuangan yang diadakan TMII.

“Saya sudah sering ikut lomba menyanyi, tapi baru kali ini ikut lomba di TMII. Saya akan menyanyikan lagu Butet, pilihan lagu daerahnya,” ujarnya.

Lihat juga...