KPU Balikpapan Perbaiki Lagi DPT Pemilu 2019

Editor: Koko Triarko

134
Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha -Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan, melakukan perbaikan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) II, setelah dilakukan perbaikan tahap I.
Pasalnya, KPU Pusat, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun sejumlah partai politik menyebut, ada sekitar 31 juta pemilih yang bermasalah masuk DPT, dan sekitar 72.000 di antaranya masuk dalam data pemilih Kota Balikpapan.
Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha, membantah, bahwa 72.000 DPT di Balikpapan masuk dalam data yang bermasalah, karena setelah melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bahwa dari angka tersebut data yang bermasalah hanya sekian ribu.
“Ternyata data yang sudah kita tetapkan pada Agustus kemarin, bahwa oleh parpol di tingkat RI masih banyak temuan, di antaranya kegandaan, kemudian data anomali, data orang meninggal, data orang pindah,” jelasnya, Senin (12/11/2018).
Dengan ditemukannya data itu, lanjut Noor Thoha, pihaknya berkoordinasi dengan Disdukcapil Kota Balikpapan untuk memastikan data tersebut.
Hasil koordinasi itu, dari 72.849 yang dianggap bermasalah, 68.936 dinyatakan data aktif. Sementara, 260 data ganda, 99 data orang mati, data orang pindah 2.296, data anomali atau invalid 1.198 dan data tidak terdapat dalam database 60.
“Jadi, bigunglah kita ini. Tapi walaupun begitu, semakin terang benderang, artinya data yang disinyalir 72.000 Balikpapan bermasalah ternyata tidak, segitu. Memang ada data anomal, orang meninggal masuk ada, orang pindah ada betul tapi tidak sebesar itu,” tegas Noor Thoha.
Untuk itu, Noor Thoha menjelaskan, saat ini upaya yang dilakukan adalah melakukan validasi data dari data sebelumnya, dan temuan tersebut. Perbaikan dilakukan dengan mengkroscek langsung ke alamat sesuai KTP yang tercatat.
“Validasi data sangat perlu dilakukan, karena sebagai modal utama untuk pemilu, sehingga harus divalidasi lagi. Sehingga nanti data pemilih yang sudah ditetapkan adalah sudah dari hasil perbaikan, dan tidak lagi dipermasalahkan,” bebernya.
Noor Thoha menambahkan, dengan melakukan validasi data yang lebih valid, maka menutup pintu gugatan yang bersumber dari tidak validnya data.
“Tentu nanti setelah sudah kita validkan, ini menutup pintu gugatan yang bersumber dari tidak validnya data. Sebenarnya, DPT kita ini sudah kita tetapkan pada Agustus 2018, yakni 424.516, tapi kita perbaiki lagi,” pungkas Noor Thoha.
Baca Juga
Lihat juga...