KSR PMI UNS Tekankan Pentingnya Air Bersih Saat Bencana

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

178

SOLO — Korp Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) tengah fokus terhadap penanganan dan antisipasi terhadap bencana banjir, seiring datangnya musim hujan di wilayah Solo dan sekitarnya.

Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah dengan menyelenggarakan pelatihan teknis tentang air, sanitasi dan kesehatan masyarakat. Tiga poin tersebut dinilai paling penting disiapkan menghadapi ancaman bencana banjir yang setiap saat bisa datang.

Perwakilan KSR UNS, Fenica menyebutkan, kegiatan ini merupakan pelatihan teknis Water Sanitation and Hygiene Promotion (WASH) PMI Nasional pertama di Indonesia. Ini merupakan pelatihan di bidang kepalangmerahan yang menangani tentang air, sanitasi dan promo kesehatan di saat bencana.

“Karena saat bencana, salah satu hal penting adalah berkaitan dengan air,” ucap Fenica kepada Cendana News, Rabu (07/11/2018).

KSR PMI UNS saat menggelar pelatihan dan simulasi pembuatan sanitasi untuk ketersediaan air bersih saat bencana datang. Foto: Harun Alrosid

Menurut dia, pelatihan tersbut sangat diperlukan bagi relawan yang setiap saat bergerak dalam bencana.

“Saat bencana terhadi hampir dipastikan hanya sedikit orang yang memahami tentang WASH. Kesempatan ini kami melatih dan meningkatkan kapasitas peserta agar di kemudian hari bisa siap diterjunkan saat bencana,” jelas Fenica.

KSR PMI unit UNS ini menyelenggarakan pelatihan ini secara estafet dan telah dimulai pada 1 November 2018 kemarin. Pelatihan yang ditutup pada 9 November diikuti delegasi KSR unit dan KSR markas dari seluruh Indonesia.

“Ada 25 peserta dalam pelatihan ini. Semua perwakilan dari masing-masing KSR,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pelatihan WASH ini dilakukan dengan simulasi alat untuk memastikan ketersediaan air bersih, serta sanitasinya saat bencana. Simulasi juga melibatkan tim teknis serta Kepala Bidang Relawan PMI Pusat.

“Kami juga menggelar sosialisasi kesehatan masyarakat yang terdampak banjir. Termasuk ancaman penyakit saat banjir datang,” tandasnya.

Kepala Bidang Relawan PMI Pusat Muhammad Muas menjelaskan, pelatihan teknis WASH merupakan kegiatan yang di latarbelakangi oleh minimnya pengetahuan mengenai air dan sanitasi dalam kedaruratan bencana.

Pengetahuan tentang air dan sanitasi menambah kerentanan masyarakat terhadap ancaman bencana di wilayahnya.

“Berawal dari latar belakang tersebut, KSR PMI Unit UNS akhirnya mengadakan pelatihan ini. Tujuannya adalah membentuk relawan Mahasiswa yang terampil dan militan di bidang WASH,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...