Kualitas Guru dan Infrastruktur Pendidikan di Sikka Butuh Perbaikan

Editor: Mahadeva WS

175

MAUMERE – Kualitas pendidikan, terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sikka, membutuhkan perbaikan. Ke depan tantangan dunia pendidikan semakin berat, terutama dari segi kualitas, agar bisa menghasilkan lulusan yang bermutu.

Servasius K.Bero Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Flores (YPMF). Foto : Ebed de Rosary

“Rata-rata, guru-guru honor di sekolah, terutama di desa, banyak yang tamatan SMA. Kami mengusulkan kepada kepala sekolah dan komite sekolah, agar dalam merekrut guru harus yang sarjana,” sebut Servasius K. Bero, Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Flores (YPMF), Kamis (8/11/2018).

Peningkatan kapasitas guru dan perbaikan infrastruktur sekokah, merupakan dua hal yang harus segera dilakukan. Keduanya, harus dibangun bersamaaan, agar kualitas pendidikan di Sikka bisa meningkat. “Dari awal kita mendampingi 43 sekolah, saat ini ada 17 sekolah yang didampingi. Dalam pendampingan, kami membuat pendidikan dan pelatihan, dengan meningkatkan kapasitas guru, terkait perpustakaan, pengelolaan manajemen perpustakaan serta pelatihan guru untuk bidang kesenian,” ungkapnya.

Salam melakukan pendampingan, juga dilakukan pembangunan infrastruktur meski kecil, namun sarana yang dibutuhkan sekolah seperti bak air, kamar mandi, kursi dan meja, serta pagar sekolah.

“Tantangan terbesar dalam pendampingan, ada sekolah yang mempunyai kemampuan untuk memfasilitasi kegiatan dan ada yang tidak. Bantuan yang kita berikan merupakan bantuan swadaya, seperti membangun pagar sekolah, maka pihak sekolah menyiapkan pekerjanya dan kami menyiapkan kebutuhan lainnya,” bebernya.

Tantangan selama melakukan pendampingan di sekolah, ada sekolah yang tidak bisa bekerja dengan sistim swadaya. Sehingga dengan berat hati harus meninggalkan sekolah tersebut, untuk tidak didampingi. “Ada sekolah yang bagus seperti SDK Wetakara di Kecamatan Kangae, yang sangat bagus dalam pengelolaaan dana secara swadaya. Perpustakaan dua lantai yang kami bangun bersama sekolah dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan sangat membantu sekolah tersebut,” terangnya.

Infrastruktur sekolah di Sikka, dari catatan Servasius, banyak yang belum bagus. Seharusnya pemerintah turun tangan, membantu. “Banyak juga  sekolah di Sikka yang guru-gurunya belum memahami kurikulum K-13, sehingga pihak sekolah meminta agar diberikan pelatihan kurikulum 13,” tuturnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Robertoi Diogo, mengatakan, sebagai pemimpin yang baru bertugas, pihaknya akan melakukan pembangunan di sektor pendidikan, terutama jenjang pendidikan dasar. “Kita akan melakukan peninjaun dan pendataaan terhadap infrastruktur sekolah yang belum bagus, sehingga tentunya akan dilakukan berbagai pembenahan dan perbaikan,” tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...