Langkah Antisipasi, WJPB Gencar Promosikan Pengurangan Resiko Bencana

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

151

JEMBER — Upaya antisipasi menjadi fokus utama Wong Jember Peduli Bencana (WJPB) saat musim hujan mulai tiba. Komunitas yang terdiri dari multikultural yang berisi berbagai macam elemen tersebut menfokuskan pada Promosi Pengurangan Resiko Bencana (ProPRB).

‘Lindungi titik aman terpimpin kemanusiaan’ menjadi satu kesatuan komando untuk bahu membahu dalam berbagai aktivitas kebencanaan dan kemanusiaan.

Menurut Mahmud Rizal, salah satu moderator WJPB mengatakan, dalam UU Nomor 24 Tahun 2017 tentang Kebencanaan, Kesiapsiagaan adalah terjaminnya penanganan saat terjadi kedaruratan secara menyeluruh, efektif dan efisien.

“Artinya tiga pilar pemerintah, masyarakat dan dunia usaha bahu Membahu untuk selalu siap siaga terhadap kemungkinan adanya bahaya di sekitar dan tahu apa yang mesti di lakukan keluar dari suasana bahaya,” kata Rizal kepada Cendana News, Rabu (7/11/2018).

Langkah yang harus dilakukan yakni harus sering melakukan latihan menghindar atau simulasi, mulai tingkat keluarga, komunitas dan masyarakat luas di wilayah terpapar.

“Masyarakat harus selalu diingatkan terhadap peringatan dini dan teknik keluar dari ancaman bencana tertentu,” sambungnya dengan analogi promosi produk.

Rizal juga mengakui, meskipun ada sosialisasi, namun harus selalu diingatkan dengan proPRB agar mempertajam refleks dari masyarakat.

“Tentu saja semua ada teknisnya bagaimana menyampaikan pesan yang menarik secara berkelanjutan. Baik melalui penyebaran baliho, diskusi non formal di warung kopi atau juga bisa melalui medsos,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...