Malang Seriusi Tiga Subsektor Industri Kreatif

150
Wisata kuliner, ilustrasi -Dok: CDN
MALANG – Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, serius menggarap potensi ekonomi kreatif yang dimiliki anak-anak muda di wilayah itu, khususnya tiga subsektor industri kreatif, yakni film animasi dan videografi, kuliner, serta aplikasi dan games.
Wali Kota Malang, Sutiaji, mengemukakan, keseriusan Pemkot Malang untuk menggarap ekonomi kreatif di kota pendidikan itu diwujudkan dengan membuat roadmap bagi tiga subsektor industri kreatif yang berkembang pesat di kota itu.
“Melalui Komite Ekonomi Kreatif kota Malang, kami buat roadmap tiga subsektor industri kreatif tersebut. Kami berupaya menggali potensi dan ide-ide cemerlang anak-anak muda di Kota Malang, untuk dikembangkan sebagai industri yang potensial bagi pertumbuhan ekonomi di daerah ini,” kata Sutiaji, Kamis (8/11/2018).
Sutiaji mengatakan, melalui pemetaan dan roadmap subsektor ekonomi kreatif ini akan diketahui seperti apa “DNA” yang sesuai untuk kota Malang, apa permasalahan dan apa solusinya, sehingga benar-benar menjadi panduan yang efektif dan tepat sasaran, untuk menguatkan Malang sebagai Kota Kreatif.
Menurut Sutiaji, pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang mencapai 5,6 persen dengan tingkat inflasi yang terkendali, tidak lepas dari sumbangsih sektor ekonomi kreatif.
“Kota Malang memiliki penduduk padat dan masalah besar dari segi ekonomi adalah inflasi,” ujar Sutiaji.
Namun, lanjutnya, dengan adanya ekonomi kreatif ini, angka inflasi Kota Malang menjadi lebih rendah. Peran anak muda sangat kuat dalam membangun ekonomi kreatif.
Pembangunan ekonomi kreatif sudah dimulai oleh Pemerintah Kota Malang sejak 2015, dengan pembentukkan Malang Creative Fusion (MCF), bahkan untuk tahun ini Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang, sasaran untuk ekonomi adalah ekonomi kreatif.
“Kalau ekonomi kreatif berarti ekonomi digital,” kata Sutiaji.
Salah seorang koordinator MCF, Vicky, mengemukakan pada 2017 telah diselesaikan tiga roadmap, dan 2018 ditarget bisa menyelesaikan enam roadmap, di mana tiga sudah dilaksanakan.
Roadmap yang telah dibuat diharapkan bisa menjadi panduan bagi para pelaku industri kreatif di kota Malang, untuk bisa menjalankan bisnisnya dengan lebih baik, bahkan mampu mencapai tujuan yang ingin dicapainya,” ucap Vicky.
Ada tujuh bahasan yang dilakukan Sutiaji bersama komunitas MCF dan akademisi, terutama untuk menopang misi terkait ekonomi kreatif, yakni langkah strategis mewujukan ekosistem ekonomi kreatif Kota Malang, realisasi Malang creative center dan aktivitas pendukung.
Selain itu, aplikasi digital menjadi lokomotif untuk menggerakkan sektor industri kreatif yang lain, mewujudkan sistem smart city, aktivasi roadmap ekonomi kreatif Kota Malang, city branding Malang Raya, serta festival mbois sebagai intelektual properti yang diharapkan mampu menarik arus kunjungan wisatawan. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...