Malaysia Tertarik Investasi Industri Minuman-Makanan di Sumut

217
Bendera Malaysia - Dok. CDN

MEDAN — Pengusaha Malaysia tertarik berinvestasi di industri pengolahan minuman dan makanan khususnya yang berbahan baku kopi di Sumatera Utara, karena melihat potensi pasar yang masih cukup besar.

“Pengusaha Malaysia melihat Sumut salah satu tempat investasi yang baik,” ujar Fakrul Anwar Bin Ghulan eksekutif HA-One Holiday, Malaysia di Medan, Senin (5/11/2018).

Dia mengatakan hal itu saat bersama sejumlah pengusaha lainnya yang tergabung dalam Delegasi Bisnis Malaysia bertemu dengan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah. Pertemuan itu difasilitasi Ketua PWI Sumut Hermansjah dan sejumlah pengurus lainnya.

Menurut Fakrul, selain sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, Sumut juga dinilai strategis untuk lokasi usaha.

Pabrik itu sendiri diyakini bermanfaat untuk Sumut antara lain dengan bisa membuka lowongan pekerjaan hingga untuk 25 ribu orang.

“Rencananya, pabrik yang dibangun antara lain pengolahan kopi tradisional berstandar internasional,” katanya.

Investor lainnya, Nurul Huda Arifin menyebutkan, investasi usaha pembuatan perabot dan pusat terapi non medis juga berpeluang besar dibangun di Sumut.

“Pengusaha Malaysia berharap Pemprov Sumut bisa memberikan banyak kemudahan perizinan dan lainnya,” ujar Nurul Huda.

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah mengaku menyambut baik niat investor Malaysia untuk berinvestasi di Sumut. “Pemprov Sumut sangat terbuka menyambut investor di berbagai sektor termasuk industri pengolahan makanan dan minuman yang direncanakan pengusaha Malaysia,” katanya.

Wagub Sumut itu menegaskan, Pemprov Sumut merupakan wilayah strategis dan kaya akan sumber daya alam. Sumut, katanya, berada pada jalur strategis pelayaran internasional Selat Malaka yang dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Pemprov Sumut mendukung rencana investasi dan siap memberi berbagai kemudahan, asal investor juga memenuhi segala peraturan yang berlaku,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...