Masyarakat Harus Kontrol Penggunaan BBM Bersubsidi di Lewoleba

Editor: Mahadeva WS

331

LEWOLEBA – Masyarakat Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, harus mengontrol dan mengkritik penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di daerahnya. Perlu dilakukan pengawasan, untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

Yohanes Kia Nunang salah seorang aktivis sosial di Lembata yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah. Foto : Ebed de Rosary

“Saya berharap masyarakat harus berani menyuarakan, bila melihat ada ketidakberesan penggunaan BBM bersubsidi di Lembata,” pinta Yohanes Kia Nunang, salah satu aktivis sosial di Lewoleba, Senin (12/11/2018).

Yanto sapaan Yohanes Kia Nunang, kepada Cendana News mengatakan, adanya antrian kendaraan sepanjang satu kilometer di depot BBM kota Lewoleba, beberapa bulan terakhir, harus segera disikapi. “Saya mendatangi PT. Hikam selaku penyalur tunggal BBM di Lembata, dan pihak perusahaan merespon positif masukan yang saya berikan. Kendaraan pemerintah dan perusahaan tidak lagi antri membeli BBM bersubsidi di depot AMPS yang diperuntukan kendaraan umum,” sebutnya.

Perusahaan penyalur tunggal, bisa membangun Stasiun Pompa Bensin Umum (SPBU), di bagian barat Kota Lewoleba, untuk mencegah adanya antiran kendaraan. “Masyarakat harus kontrol penggunaan BBM bersubsidi, harus untuk masyarakat yang berhak bukan untuk kendaraan proyek milik kontraktor, perusahaan dan mobil pemerintah,” tegasnya.

Anthanasius Aur Amuntoda, Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata menegaskan, sesuai surat yang dikirim PT. Hikam, selaku penyalur BBM, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada segenap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pimpinan instansi vertikal dan pengusaha, mengenai penggunaan BBM bersubsidi.

Amuntoda menegaskan, semua kendaraan dinas serta kendaraan dan alat berat, wajib mengisi BBM non subsidi jenis pertalite dan dexlite, yang sudah tersedia di Lewoleba.“Kami mengimbau agar semua PNS, TNI dan Polri agar melakukan pengisian BBM non subsidi yakni pertalite dan Dexlite, untuk mencegah antrian panjang kendaraan di depot APMS,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...