Masyarakat Jember Makin Peduli terhadap Katarak

Editor: Satmoko Budi Santoso

170

JEMBER – Semangat masyarakat Jember untuk bebas dari penyakit katarak makin meningkat. Terbukti dengan banyaknya kunjungan di poli mata di berbagai rumah sakit di Jember serta banyaknya antrian pasien untuk operasi katarak.

Dengan upaya kontinyu berupa penyuluhan kesehatan untuk memberi pemahaman tentang katarak di puskesmas oleh relawan-relawan kesehatan juga ikut membantu pemahaman masyarakat terkait kesehatan dan katarak.

Menurut dr. Fatkhur Ruli Malik Qilsi, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medis, RS Citra Husada Jember sekaligus Ketua Panitia Bakti Sosial Katarak RS Citra Husada bersama Yayasan Dharmais mengatakan, setiap operasi atau tindakan medis lainnya pasti ada persentase keberhasilan dan kegagalan.

dr. Fatkhur Ruli Malik Qilsi, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medis RS Citra Husada Jember di ruang kerjanya. Foto: Kusbandono

Tapi, itu semua tidak menyurutkan tim medis dan para pasien katarak untuk optimis melakukan operasi katarak dengan tingkat keberhasilan yang jauh lebih besar daripada kegagalannya.

“Dari total pasien yang kami skrining untuk operasi (Baksos bersama Yayasan Dharmais), terdapat 210 pasien yang kami periksa. Alhamdulillah, 100 pasien berhasil dilakukan operasi katarak sesuai target. Dari jumlah pasien yang diperiksa untuk skrining awal, menunjukkan semangat masyarakat untuk pulih dari kondisi sakit sangat besar,” kata Ruli kepada Cendana News, Jumat (9/11/2018).

“Meskipun masih terdapat 110 pasien yang tidak lolos, karena tidak semua terdiagnosa katarak. Ada sebagian yang terdiagnosa dengan kondisi lain, seperti kelainan refraksi, infeksi mata, atau pterigium,” sambungnya.

Terkait kehadiran Yayasan Dharmais yang terlibat penuh dalam penyelenggaraan operasi katarak gratis bagi warga kurang mampu, pihaknya juga sangat berharap, program ini bisa terus dilaksanakan. Menjadi program tahunan bersama dengan Yayasan Dharmais.

“Kegiatan ini murni aksi sosial, kemanusiaan, tanpa ada maksud yang lain. Untuk membantu masyarakat Jember pada khususnya dan seluruh masyarakat pada umumnya yang kurang mampu bisa mendapatkan kesempatan pengobatan yang sama. Tidak terbatas hanya pada operasi katarak saja, akan tetapi pada tindakan pengobatan lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ruli menjelaskan, sesuai dengan pesan Ketua Pembina Yayasan Dharmais, Hj. Siti Hardiyanti Rukmana, saat hadir di Jember, bahwa program operasi katarak dan program lainnya harus bisa dilanjutkan secara terus menerus.

Ruli juga mengungkapkan, pasien katarak yang telah berhasil dioperasi juga telah melakukan kontrol terhadap perkembangan hasil operasi serta menunjukkan semangat untuk pulih.

“Sudah dilakukan pemeriksaan kontrol post operasi pada hari Senin dan Rabu kemarin, sebanyak 74 pasien. Untuk jadwal yang terakhir dilakukan sore ini. Dengan harapan semua pasien bisa kontrol ulang ke kami agar evaluasi bisa maksimal,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...