Mekarsari Siap Panen Durian Desember ini

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

2.129

BOGOR — Setelah melewati masa-masa penyerbukan di September, pohon-pohon durian di Blok E Taman Buah Mekarsari sudah memasuki masa berbuah. Kurang lebih 25 varian buah, mulai terlihat besar dan sudah dalam kondisi diikat di taman buah yang digagas oleh Ibu Tien Soeharto (Alm.) yang mulai dibangun pada 1990 dan resmi dibuka pada tahun 1995 ini.

“Kalau sudah masuk masa dewasa, kita akan ikat buah duriannya secara vertikal atau horizontal. Ikatan yang kita lakukan tidak sampai menghalangi proses membesarnya buah,” kata Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Joko Sugono pada Cendana News, Rabu (28/11/2018).

Buah durian, menurut Joko, termasuk yang tidak suka akan hujan. Saat musim seperti ini, diperlukan tambahan alkali pada tanaman untuk menjaga kadar manis buah.

“Pencampuran alkali di pupuknya akan menjaga pH tanaman tetap diangka 6,5. Ini akan memastikan rasa daging buah akan tetap manis. Selain itu, bunga durian yang memancarkan wangi di saat malam, gampang sekali rontok jika terkena hujan,” ujar Joko.

Tapi saat musim hujan bisa memberikan keuntungan bagi pohon durian, yaitu akan gampang tumbuh tunas baru. Walaupun pohon sedang memasuki masa panen.

“Sekarang sudah ada pucuk bunga untuk kita serbuki, ini untuk berbuah bulan Maret nanti. Untuk yang kita serbuki September kemarin, sudah mulai dewasa dan akan ada acara panennya di pertengahan Desember nanti,” ucap Joko.

Buah Durian jenis Matahari yang memasuki masa dewasa. Foto: Ranny Supusepa

Yang menjadi unggulan blok E Durian Mekarsari adalah Matahari. Sementara varian Bawor, Sukun, Sunan, Cane, Surya, Kamarung, Hepe, Kapal, Hejo, Soekarno, Si Lilin, Si Bakul, Koclak, Manalagi, Jariang, Mentega, Sitokong, Gravioland, Petruk, Aden, Lae Mas dan Ajima kualitasnya masih belum stabil.

“Kalau matahari ini, 80 persen sudah pasti buahnya bagus. Kalau yang lain masih naik turun kualitasnya. Ada beberapa yang memang kurang bagus, seperti Jariang tidak kita lanjutkan lagi penanamannya. Tapi masih kita pertahankan beberapa pohon yang masih berbuah sebagai koleksi,” papar Joko.

Selain itu, ada juga beberapa jenis dari berbagai wilayah Indonesia yang baru ditanam oleh staf Mekarsari, yang memiliki umur bervariasi antara 1-5 tahun.

“Seperti dari Nusa Tenggara, ada Tong Medaye, Gadung, Tanpa Sekat atau Pakem, Gula Gaet, Gundulan, Tengger, Sendor dan Si Payuh. Lalu ada Durian merah dari Banyuwangi, Udang merah, Tenom Beauty yang diberikan pak Greg, Pelangi dan jenis Namlong dari Bangka Belitung,” kata Joko.

Untuk membedakan masing-masing varian durian ini dapat dilihat dari tampilan daun dan bunganya. Warna buah, biasanya akan mencerminkan warna dari daging buah durian.

“Bunga durian itu macam-macam. Ada yang putih, kuning terang, kuning muda ataupun jingga. Dari warna bunganya kita bisa melihat warna daging buahnya. Seperti matahari, bunganya berwarna putih, maka daging buahnya juga putih. Ajima, warna bunganya kuning, daging buahnya juga kuning. Kalau tenom beauty dan durian merah banyuwangi, itu bunganya merah,” ujar Joko seraya menunjukkan kumpulan bunga ajima yang berwarna kuning terang.

Proses penyerbukan bunga durian dengan bantuan manusia. Foto: Ranny Supusepa

Untuk menikmati berbagai durian ini, Joko mengajak masyarakat untuk hadir di Taman Buah Mekarsari Desember ini.

“Masyarakat perlu tahu, bahwa Indonesia memiliki banyak sekali varian durian. Dengan perawatan yang tepat, semuanya akan bisa berbuah sepanjang tahun dan memiliki rasa manis dan berukuran besar,” pungkas Joko.

Baca Juga
Lihat juga...