Melodi Manis, Lestarikan Angklung di TMII

Editor: Satmoko Budi Santoso

157

JAKARTA – Lantunan lagu Bengawan Solo dari alat musik angklung persembahan Komunitas Melodi Manis, begitu merdu terdengar di ruangan replika Keraton Kasepuhan Cirebon di Anjungan Jawa Barat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Kepiawaan jari-jemari anggota komunitas Melodi Manis yang merupakan warga Jepang binaan Diklat Seni Anjungan Jawa Barat dalam memainkan musik angklung begitu memukau.

Lagu Bengawan Solo mampu membius dengan aransemen teknik musik yang begitu apik terdengar. Berlanjut lagu Indonesia Pusaka juga sukses dimainkan.

Hampa Hati, yakni lagu Band Ungu, dengan aransemen apik Melodi Manis mampu mengisi ruang hati. Begitu juga dengan lagu Kokorono Tomo, syahdu terdengar.

Salah satu anggota Melodi Manis, Yukiko Funaki, mengaku, sudah tiga tahun berlatih angklung di Anjungan Jawa Barat TMII. Ia merasa senang bisa memainkan musik angklung. Menurutnya, musik angklung telah memikat hati hingga akhirnya ia ikut bergabung dengan komunitas Melodi Manis.

“Alat musik angklung ini unik, berbahan bambu, suaranya saat dipukul bikin hati saya nyaman. Inilah yang bikin saya tertarik untuk mempelajari alat musik tradisional Jawa Barat,” kata Yukiko kepada Cendana News saat ditemui usai latihan.

Yukiko mengaku, sudah sering tampil di berbagai acara, baik itu di TMII maupun di luar TMII. Bahkan menurutnya, saat pulang ke Jepang, ia pun memperkenalkan musik angklung ini kepada teman-teman dan banyak yang tertarik.

“Saya suka angklung ini karena unik. Saat saya pulang ke Jepang, saya tampil main angklung promosikan budaya Indonesia ini pada teman-teman, mereka suka lalu berlatih,” ungkap Yokiko.

Dia juga mengaku banyak anggota komunitas Melodi Manis yang sudah kembali ke Jepang, tapi mereka masih terus tampil memainkan angklung. “Ya saat, saya pulang ke Jepang, juga suka tampil main angklung bersama mantan Melodi Manis, senang ya,” ujarnya.

Yoshie Okochi, anggota komunitas Melodi Manis. Foto : Sri Sugiarti.

Yoshie Okochi, anggota Melodi Manis lainnya, juga sudah tiga tahun berlatih angklung di Anjungan Jabar Barat TMII.

Ia mengaku, awalnya merasa sulit berlatih angklung ini, tapi lama kelamaan menjadi mudah dan jatuh cinta untuk berlatih rutin dua kali dalam seminggu.

“Saya suka musik angklung ini. Saya berlatih untuk bisa, dan jatuh cinta, suara alat musik ini terasa indah di hati. Saya ingin promosikan dan lestarikan angklung ini kepada teman-teman di Jepang,” tandas Yoshie.

Pelatih Melodi Manis, Budi Abdulrahman, merasa bangga bisa melatih mereka. Dia juga mengaku tidak mengalami kesulitan saat melatih mereka dalam memainkan angklung.

“Sulitnya tergantung bagaimana aransemennya. Tapi kalau dari basic musik, nggak sulit, mereka tinggal berlatih teknik saja dan mengenal alat. Sama seperti main piano, kalau sudah tahu basic, main sebentar. Sudah tahu teknik, lalu dikasih lagu apa saja bisa cepat,” jelas Budi.

Dalam bermain angklung, jelas dia, sebenarnya teknik dasarnya dari segi musik saja. Kalau mereka sudah mengenal teknik musik dan teknik cara pukulan, tinggal memainkan lagu yang sudah diaransemen.

Menurutnya, mereka harus belajar cara bagaimana memainkan melodi pukulan bermusik angklung dan teknik bagaimana memainkan ritme. Maka, sebut dia, jika mereka sudah tahu dan bisa membaca pola pukulan aransemen, tinggal bermain saja. Selanjutnya, ke tahap bikin aransemen lagu.

Pelatih Melodi Manis, Budi Abdulrahman (kiri ujung), Yokiko Funaki (ketiga kiri), Yoshie Okochi (keempat dari kiri) berfoto bersama komunitas Melodi Manis usai berlatih angklung di replika Kasepuhan Keraton Cirebon di Anjungan Jawa Barat TMII, Jakarta, Jumat (9/11/2018). Foto : Sri Sugiarti.

“Aransemen itu, pertama ya sudah menguasai musiknya dulu. Ada beberapa dari mereka yang ke tingkat bikin aransemen. Salah satunya, Yukiko, dia mahir bikin aransemen,” ujar Budi.

Di anjungan Jawa Barat TMII, para warga Jepang tersebut berlatih tanpa lelah. Menurut Budi, mau tampil atau tidak tampil, mereka rajin latihan, tidak pernah absen setiap Selasa dan Jumat pukul 09.00-11.30 WIB.

Dijelaskan dia, warga Jepang ini rutin berlatih angklung karena mereka ingin bisa dengan mahir bukan sekadar tampil dalam acara. “Mereka berlatih untuk bisa, bukan untuk sekadar tampil. Maka mereka gigih berlatih untuk menguasai,” tukasnya.

Budi merasa bangga kesenian angklung Jawa Barat disenangi warga Jepang. Bahkan ketika pulang ke Jepang, mereka juga suka tampil bermain angklung untuk mempromosikan budaya Indonesia ini.

“Saya bangga dan miris, mereka suka main angklung. Mirisnya, mereka saja sampai begitu suka dengan angklung, alat musik tradisi kita. Dari kita, malah bermain band. Yang bermain full musik bambu itu tidak ada,” ujar Budi.

Melodi Manis sudah sering tampil, tidak hanya di TMII, tapi juga di Festival Musik Nusantara, di Bandung, mall dan acara lainnya. Bahkan, jelas dia, tanggal 15 November mendatang, komunitas angklung yang ada di Jepang akan tampil di anjungan Jawa Barat, berlatih bersama Melodi Manis.

Sedangkan tanggal 22 November 2018, Melodi Manis akan tampil di Hotel Mulia, Jakarta dalam acara Kedubes Jepang. Ada pun tanggal 24 November, mereka akan menghibur pengunjung Summarecon Bekasi.

“Nah, tanggal 25 November, Melodi Manis tampil di Anjungan Jawa Barat, memeriahkan hari angklung nasional,” tutup Budi.

Baca Juga
Lihat juga...