MK Beri Anugerah Konstitusi Guru PPKn dan Media Massa

Editor: Makmun Hidayat

202

JAKARTA — Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan dua penghargaan, Anugerah Konstitusi bagi guru PPKn berprestasi tingkat Nasional tahun 2018 serta media massa dan penulis opini terbaik. Pemberian penghargaan ini berlangsung di Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Bogor.

Dalam sambutannya, Ketua MK Anwar Usman menyebut profesi guru merupakan profesi yang mulia karena tidak hanya mengajar, namun juga mendidik anak murid. Guru PPKn berfungsi menjaga konstitusi dan Pancasila tetap ada di bumi pertiwi.

“Pemberian Anugerah Konstitusi bagi guru PPKn dan rekan-rekan media ini merupakan salah satu bentuk penghargaan dan penghormatan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa tentang Pancasila dan konstitusi. Penghargaan dan kegiatan ini penting mengingat bahwa konstitusi merupakan hukum dasar yang menjadi aturan main dalam bernegara,” kata Anwar Usman di Bogor, Senin (12/11/2018).

Sehingga sebagai hukum dasar negara, lanjut Anwar, setiap warga negara menjadi wajib untuk mengetahui, memahami, dan melaksanakannya dalam kehidupan keseharinnya.

Menurut MK, dua bidang profesi yang memiliki andil cukup besar di dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang konstitusi kepada masyarakat, adalah guru PKN dan media.

“Guru PKN memiliki peran untuk meletakkan dasar pengetahuan tentang konstitusi kepada setiap anak bangsa di sekolahnya masing-masing, sedangkan rekan-rekan media menjadi ujung tombak di dalam menyebarluaskan gagasan dan pemahaman tentang konstitusi kepada masyarakat,” sebutnya.

Selain itu, Anwar mengungkapkan di era digital seperti saat ini, perilaku dan pengaruh buruk satu orang saja dapat dengan mudah dan tersebar di masyarakat melalui peran media. Baik itu berupa media massa cetak dan elektronik, maupun peran media sosial di era teknologi seperti hari ini.

“Oleh karena itu, peran media hari ini menjadi sangat penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Media memiliki peran strategis dan tanggung jawab moral sebagai pilar negara ke empat dalam negara, untuk mengawal tegaknya konstitusi, demokrasi, dan hukum di masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Anwar, rekan media dan khususnya pengusaha media, tidak boleh lagi hanya berfikir tentang bisnis dan rating terhadap pemberitaannya. Karena dalam dunia demokrasi dan tuntutan transparansi yang begitu tinggi saat ini, telah menempatkan media sebagai sumber utama bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi.

“Pemberitaan yang objektif, bernilai edukasi, inspiratif, dan menyejukkan, akan memberikan kontribusi yang besar bagi terwujudnya cita-cita negara sebagaimana termaktub di dalam konstitusi. Namun, pemberitaan yang bernilai provokasi, tidak objektif, dan memecah belah, justru pada akhirnya akan merugikan diri kita sendiri,” jelasnya.

Anwar berharap kegiatan pemberian Anugerah Konstitusi ini, pada dasarnya bersifat stimulasi dan apresiasi bagi Guru PPKn dan rekan-rekan media yang telah konsisten menyemaikan pemikiran-pemikiran dan pemahaman konstitusi di tengah masyarakat.

“Penerima Anugerah Konstitusi diharapkan dapat secara konsisten menjadi tunas-tunas konstitusionalis di tengah masyarakat, yang tiada henti menyampaikan pemahaman tentang pentingnya pemahaman konstitusi dan Pancasila, agar kehidupan kebangsaan kita ke depan semakin lebih baik,” imbuhnya.

Setelah melalui seleksi, terpilih sembilan guru PPKn berprestasi tingkat Nasional tahun 2018. Pemenang guru PPKn untuk tingkat SD/MI, yakni Aini Rizqoh dari SDN 3 Girimoyo, Malang sebagai pemenang pertama, Hendrik Hermawan dari SDN I Wirosari Grobogan sebagai pemenang kedua dan Harsiana Wardani dari SDN Ngrukeman Bantul sebagai pemenang ketiga.

Sementara untuk tingkat SMP/MTS, yakni Sri Dewi Rokhimah dari SMPN I Kuta Selatan sebagai pemenang pertama, Asep Sutisna Putra dari SMPN 17 Tasikmalaya sebagai pemenang kedua serta Haryanto dari SMPN 10 Depok sebagai pemenang ketiga.

Sedangkan pemenang untuk tingkat SMA/MAN, yaitu Derry Nodyanto dari SMAN I Pemali sebagai pemenang pertama, Diyah Lusiana dari SMKN I Pekalongan sebagai pemenang kedua, serta Nurokhmah dari MAN 3 Bantul sebagai pemenang ketiga.

Dalam kegiatan tersebut, MK juga memberikan penghargaan kepada media massa dan penulis opini terbaik. Anugerah Konstitusi ini merupakan bentuk apresiasi MK atas dukungan, kerja sama, dan kemitraan yang terjalin baik antara MK dengan kalangan media massa nasional dan masyarakat yang direpresentasikan oleh penulis opini di media massa.

Penilaian dilakukan terkait pemberitaan mengenai Pancasila, konstitusi dan Mahkamah Konstitusi yang dimuat media massa nasional. Pemberitaan tersebut mencakup berita persidangan maupun non-persidangan MK.

Baca Juga
Lihat juga...