Mulai Turun Hujan, Harga Jual Cabai di Tingkat Petani Anjlok

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

174

YOGYAKARTA — Memasuki musim penghujan, harga jual cabai di tingkat petani diketahui terus merosot. Selama musim kemarau lalu pernah menyentuh Rp26 ribu per kilogramnya, kini merosot hingga kisaran Rp10 ribu.

Salah seorang petani cabai asal Kaligingung, Temon, Kulonprogo, Winaryo, tak menampik terus merosotnya harga jual cabai di tingkat petani saat memasuki musim penghujan seperti saat ini. Terlebih sejak dua hari terakhir, wilayah DIY termasuk Kulonprogo terus mengalami hujan deras sehingga berpengaruh pada harga jual cabai.

“Memasuki musim hujan harga cabai memang terus turun. Apalagi sejak kemarin hujan deras. Ini membuat cabai hasil panenan mengandung banyak air. Sehingga para penjual enggan membeli, karena cabai menjadi cepat mudah rusak atau busuk,” ujarnya Kamis (08/11/2018).

Akibat kondisi hujan, cabai jenis keriting merah yang beberapa hari sebelumnya dihargai Rp15 ribu per kilogram, kini hanya Rp12ribu – Rp10ribu saja. Hal itu jelas merugikan petani, karena mau tidak mau, cabai hasil panen harus segera dijual sebelum rusak dan membusuk.

Sejumlah petani di wilayah Kulonprogo sendiri, sejak beberapa waktu terakhir memang sedang memasuki masa panen. Dua tiga hari sekali, para petani rutin memanen untuk selanjutnya dijual ke para pedagang.

Dalam sekali panen, setidaknya seorang petani bisa mendapatkan 15-20 kilogram setiap harinya, tergantung luas lahan masing-masing.

Para petani hanya bisa berharap agar, hujan deras yang turun di awal musim penghujan ini, tidak berlangsung secara terus-menerus setiap hari sehingga menggenangi lahan cabai mereka. Pasalnya sebagian lahan berada di posisi tanah cukup rendah sehingga berpotensi terendam air.

Bila sudah terendam air, maka dapat dipastikan tanaman cabai yang tengah memasuki masa panen akan segera mati dan tidak bisa dipanen lagi.

Baca Juga
Lihat juga...