Musim Hujan Tiba, Jembatan Dagemage di Sikka, Diperbaiki

Editor: Satmoko Budi Santoso

119

MAUMERE – Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan persiapan perbaikan jembatan Dagemage di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, mengingat musim hujan sudah tiba.

“Sebentar lagi musim hujan tiba sehingga kami harus mulai melakukan pekerjaan perbaikan jembatan Dagemage agar masyarakat di pesisir utara Kabupaten Sikka tidak terisolir akibat putusnya jembatan dan jalan di Dagemage,” sebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sikka, Petrus Tommy Lameng, Jumat (9/11/2018).

Dikatakan Tommy, sapaannya, ada dana perbaikan sebesar Rp50 juta yang akan dipergunakan untuk memperbaiki ruas jalan di jembatan darurat seperti penambahan gelagar beton.

“Pekerjaannya memang hanya untuk sementara saja, sebelum adanya pembangunan jembatan secara permanen yang sudah diusulkan ke pemerintah Provinsi NTT. Sebab jalan ini merupakan kewenangan provinsi,” terangnya.

Untuk tahun 2019, kata Tommy, pemerintah Provinsi NTT memang telah mengajukan anggaran dan sudah ada kepastian bahwa jembatan tersebut akan dibangun baru.

Jembatan darurat Dagemage di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda yang dibangun pemerintah Kabupaten Sikka saat jembatan permanen putus dihantam banjir awal tahun 2018. Foto: Ebed de Rosary

“Sudah disetujui anggarannya untuk pembangunan jembatan Dagemage dengan anggaran sekitar Rp19 miliar. Dulu jalan Trans Utara Flores merupakan jalan strategis nasional, namun sejak tahun 2017 diserahkan kepada provinsi sehingga jadi kewenangan provinsi,” jelasnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat meninjau jembatan Dagemage bersama Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka mengecek kondisi jembatan darurat dan meminta agar pengerjaan perbaikan jembatan dipercepat.

“Jembatan ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi tetapi berada di Kabupaten Sikka sehingga juga menjadi milik pemerintah Kabupaten Sikka. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak provinsi terutama untuk mengatasi musim hujan,” sebutnya.

Dikatakan Robi, sapaannya, pihaknya akan segera melakukan normalisasi sungai dan perbaikan jembatan darurat sehingga saat terjadi hujan dan banjir jembatan tersebut bisa dilewati oleh kendaraan.

“Kami berusaha semoga tidak terjadi seperti awal tahun ini dimana jembatan ini tidak bisa dilewati. Pembangunan secara permanen akan dilakukan di tahun 2019,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan darurat ini, tegas Robi, dilakukan untuk mengantisipasi adanya banjir yang lebih besar. Pemerintah provinsi sudah menganggarkan dana Rp50 juta dan pengerjaannya akan dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Sikka.

Baca Juga
Lihat juga...