Nelayan Lamsel Keluhkan Banyaknya Masalah Belum Teratasi

148

LAMPUNG SELATAN — Nelayan di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengeluhkan masih banyak persoalan yang dihadapi belum terselesaikan terkait dengan peningkatan pendapatan dari hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan daerah ini.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lampung Selatan (HNSI) H Muis, membenarkan masih banyak persoalan yang dihadapi nelayan belum terselesaikan hingga saat ini.

Dia menyebutkan beberapa permasalahan itu, di antaranya soal peralatan tangkap dan hasil tangkapan maupun pengelolaan koperasi di tempat pelelangan ikan setempat.

Permasalahan itu, menurut Muis bersama 15 orang pengurus dan anggota HNSI, telah disampaikan secara langsung kepada Pemkab Lampung Selatan saat melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, di ruang rapat kantor bupati, Senin (5/11).

“Seperti permasalahan Koperasi Nelayan yang berada di Tempat Pelelangan Ikan Dermaga Bom Kalianda. Dari hasil lelang yang dilakukan, anggota koperasi wajib menyerahkan 2 persen dari setiap lelang. Artinya bahkan nelayan non-anggota pun wajib memberikan 2 persen hasil penjualan,” kata Muis di Kalianda, Selasa (6/11/2018).

Selain menyampaikan permasalahan-permasalahan di lapangan, kedatangan HNSI bertemu Plt Bupati Lampung Selatan itu, juga untuk memaparkan program kerja HNSI ke depan.

Para nelayang itu berharap adanya dukungan kebijakan dari Pemkab Lampung Selatan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...