Nilai Jual Tinggi, Petani di Bantul Tanam Kemangi

Editor: Mahadeva WS

213

YOGYAKARTA – Kemangi memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Hal itu mendorong sejumlah petani di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memilih menanam sayuran tersebut, selama musim kemarau.

Nilai jual kemangi, jauh lebih mahal, jika dibandingkan jenis sayuran lain, seperti kangkung atau kenikir. Seperti yang dilakukan salah seorang petani asal Dusun Mbangen, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY, Rominah. Memanfaatkan lahan seluas 1.000 meter persegi, Dia menanam kemangi, sebagai tanamam pilihan di musim tanam palawija beberapa bulan terakhir.

Petani kemangi asal dusun Mbangen, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Rominah – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Karena kalau dijual, kemangi lebih mahal dibandingkan kangkung atau kenikir. 10 unting kemangi laku dijual Rp20 ribu. Sedangkan 10 unting kangkung hanya Rp8.000. Kenikir juga hanya Rp15 ribu per 10 unting,” katanya saat ditemui Cendananews, Senin (12/11/2018).

Saat harga sedang bagus, nilai jual kemangi bisa mencapai Rp40 ribu per 10 unting. Nilai jual itu masih lebih mahal, dibandingkan puncak harga jual kangkung, yang bisa mencapai Rp12 ribu, atau kenikir yang mencapai Rp20 ribu per 10 unting. Dari segi perawatan, ketiganya tidak membutuhkan perlakuan yang jauh berbeda. “Kemangi hanya ditanam sekali, setelah 3 bulan sudah bisa panen. Kalau sudah panen ya akan panen terus-terusan. Yang penting rutin dipupuk dan disemprot pestisida,” jelasnya.

Setiap harinya, Rominah mengaku rata-rata mampu memanen satu karung berisi 100 sampai 150 unting kemangi. Dengan harga jual Rp20ribu per unting, berarti dalam sehari, ia bisa mengantongi pendapatan hingga mencapai ratusan hingga jutaan rupiah. “Saya biasanya setor langsung ke pedagang di pasar Demangan Yogyakarta. Saat ini harganya memang sedang kurang bagus. Karena banyak petani yang sedang panen,” ungkapnya.

Untuk melakukan perawatan Rominah biasa memupuk tanaman kemanginya setiap dua minggu sekali. Sedangkan penyemprotan pestisida, dilakukan setiap dua hari sekali. Sistem penanaman dibuat sederhana, sehingga setiap lahan bisa dipanen secara bergiliran sati hingga dua hari sekali.  “Biasanya saat masuk musim hujan, harga kemangi akan mulai melonjak. Karena banyak petani yang beralih menanam padi,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...