hut

Operasi Cempaka, Polres Lamsel Amankan Puluhan Pelaku Kejahatan

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Lampung Selatan, mengamankan puluhan tersangka pelaku kejahatan pencurian, premanisme dan perjudian. Mereka diamankan dari hasil operasi cempaka yang digelar bersama dengan polsek jajaran.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Muhamad Syarhan, menyebut, tersangka yang diamankan merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Total ada 32 tersangka yang diamankan dalam operasi untuk meningkatkan keamanan, ketertiban di masyarakat dan pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat). Operasi menjelang akhir tahun tersebut, sebagai cipta kondisi memberi rasa aman kepada masyarakat.

Kapolres Lampung Selatan,AKBP Muhamad Syarhan memperlihatkan barang bukti aksi kejahatan selama operasi Cempaka di wilayah hukum Polres Lamsel – Foto Henk Widi

“Pelaksanaan operasi Cempaka digelar selama dua pekan, sasarannya pelaku tindak kejahatan yang meresahkan, berdasarkan laporan masyarakat, dan upaya Polsek dan jajaran di wilayah hukum Polres Lamsel,” terang AKBP Muhamad Syarhan, Selasa (6/11/2018).

Personel melakukan operasi secara hunting, di sejumlah wilayah, yang dianggap rawan kejahatan, yaitu di Jalan Lintas Tengah Sumatera, serta Jalan Lintas Timur Sumatera. Selama operasi tersebut, berhasil diungkap 18 kasus kejahatan.

Khusus untuk judi, aksi yang berhasil diungkap adalah judi koprok dan sabung ayam. Masih ada masyarakat yang melakukan aksi perjudian di Lampung Selatan. Dengan pengungkapan tersebut, diharapkan masyarakat bisa ikut menjaga keamanan dan ketertiban dengan tidak melakukan kegiatan meresahkan masyarakat.

Dari operasi tersebut, berhasil diamankan barang bukti berupa senjata tajam, kunci letter T, yang digunakan sebagai alat dalam aksi kejahatan. Petugas juga mengamankan kendaraan roda empat, benda elektronik, serta uang tunai sebesar Rp3,3juta. Tersangka tindak pidana pencurian, diancam dengan pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun. Pelaku curat, diancam pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima hingga tujuh tahun.

Lihat juga...