Operasi Zebra Jaya Jaring 8.090 Kendaraan

208
Ilustrasi - Dok: CDN

JAKARTA – Sebanyak 8.090 kendaraan, terkena Bukti Pelanggaran (tilang) dan 1.235 teguran telah dikeluarkan, selama Operasi Zebra Jaya di DKI Jakarta. Jumlah tersebut, hasil operasi selama 12 hari, sejak 30 Oktober hingga 10 November 2018 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Dibanding tahun sebelumnya, pada periode yang sama, mengalami penurunan 993 pelanggaran atau 10 persen,” kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya,  Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budiyanto, Minggu (11/11/2018).

Di 2018, berdasarkan jenis kendaraan pelanggar, 5.311 adalah sepeda motor, 1.313 mobil penumpang, 78 bus, dan mobil angkutan barang ada 388 unit. Jenis pelanggaran yang dilakukan pengemudi sepeda motor antara lain tidak menggunakan helm (555 kasus), 1.174 kasus melawan arus, 211 pelanggaran bonceng lebih dari satu orang, 283 melanggar lampu lalu lintas, 427 tidak menyalakan lampu, 953 melanggar rambu, dan 755 tidak dilengkapi dokumen kendaraan.

Pelanggaran mobil, 94 menggunakan telepon seluler saat berkendaraan, 141 perkara tidak mengenakan sabuk pengaman, 136 langgar muatan, 57 melanggar lampu lalu lintas, 409 melanggar rambu parkir dan berhenti, 477 melanggat garis berhenti, 280 kasus kelengkapan surat. “Sejauh ini belum ada kejadian yang menewaskan korban maupun korban luka,” ujar AKBP Budiyanto.

Selain penegakan hukum, anggota Polda Metro Jaya memberlakukan 261 giat preemtif, 553 penyebaran spanduk, 17 program keamanan lalu lintas, dan 28 progran keselamatan lalu lintas. Sementara kegiatan pencegahan meliputi 1.366 pengaturan lalu lintas, 991 penjagaan, 33 pengawalan, dan 612 patroli lalu lintas. Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra pada 30 Oktober-12 November 2018 guna persiapan menghadapi perayaan Hari Natal dan Tahun Baru. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...