hut

OTT KPK, Koreksi Ulang Pola Pembinaan Hakim

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus, menyesalkan terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK untuk kesekian kalinya terhadap hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Untuk itu harus ada koreksi ulang terhadap pola pembinaan hakim, yang selama ini dinilai belum maksimal sehingga masih saja terjadi hakim nakal.

“OTT KPK terhadap aparat pengadilan, terutama hakim, suatu kejadian yang terus berulang, menyedihkan dan perlu ada koreksi ulang tentang pola pembinaan hakim. Karena ini terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama,” kata Jaja Ahmad Jayus di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Untuk itulah, kata Jaja, perlu ada evaluasi secara menyeluruh terhadap pola pembinaan hakim dan rekrutmen calon hakim. Sehingga tidak ada lagi hakim nakal dan mencoreng dunia peradilan di tanah air yang selama ini terus berulang.

“Tentu harus ada terobosan dan evaluasi menyeluruh di dalam internal MA terhadap pola pembinaan hakim dan rekrutmen calon hakim agar kualitas dan integritas hakim lebih bagus,” ungkapnya.

Sepanjang KPK berdiri, lanjut Jaja, tercatat 20 hakim sudah diamankan oleh KPK dalam operasi tangkap tangan. Berdasarkan catatan KY, 10 dari 20 hakim yang terjerat OTT oleh KPK pada 2005-2018 merupakan hakim ad hoc Tipikor.

“Artinya pola pembinaan hakim dan rekrutmen calon hakim, khususnya hakim ad hoc harus lebih baik. Dan KY sendiri siap berdiskusi dengan Mahkamah Agung untuk mencari solusi dalam permasalahan ini,” sebutnya.

Lebih jauh Jaja menyebutkan, dalam kasus OTT di PN Jakarta Selatan ini, KPK mengamankan enam orang yang terdiri dari hakim, panitera, dan advokat.

“Semua pemangku kepentingan tersentuh dalam OTT ini, dan mungkin memang perlu ada evaluasi menyeluruh apa yang menjadi titik permasalahan di internal MA selama ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang berbeda, Juru Bicara Mahkamah Agung, Suhadi mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi seluruh aspek manajemen, baik termasuk regulasi dan organ pelaksananya.

“Evaluasi total memang saya kira perlu, ini akan kami tinjau kembali, apa penyebabnya dan bagaimana jalan keluar yang terbaik,” ucap Suhadi.

Lebih lanjut Suhadi mengatakan, pihak MA akan mendalami kasus OTT aparat Pengadilan Jakarta Selatan. “Kalau yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka maka Badan Pengawas MA tidak perlu turun tangan lagi, karena akan langsung dikeluarkan putusan berupa penghentian sementara yang bersangkutan,” kata Suhadi.

Sebelumnya, Selasa (27/11) sekitar pukul 22.00 WIB, tim KPK membawa empat orang yang terjaring dalam OTT ke Gedung KPK yang diduga terkait dengan perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kemudian pada Rabu (28/11) dini hari KPK kembali mengamankan dua orang terkait perkara yang sama.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

»
escort99.com