Pasarkan Produk, Dekati Selera Konsumen

140

BANTUL  – Wakil Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih, mengatakan, bahwa pemasaran produk industri kerajinan maupun makanan harus mendekati selera konsumen agar bisa diterima konsumen tersebut.

“Pemasaran kan harus mendekati selera konsumen dan preferensi konsumen terhadap produk yang dijual itu seberapa besar,” katanya di Bantul, Jumat.

Menurut dia, produk industri kerajinan terutama makanan harus lebih dekat kepada konsumen karena kosumen sekarang lebih kritis, sehingga apek legalitas kandungan kesehatan harus diutamakan.

“Saat ini saya melihat masih banyak yang belum memiliki sertifikat PIRT (produk industri rumah tangga) karena bagi konsumen yang kritis kelompok menengah ke atas PIRT itu menjadi sebuah ukuran,” katanya.

Apalagi, lanjut Wabup Bantul dengan PIRT berarti produk tersebut sudah diawasi oleh pemerintah daerah (pemda) karena prosesnya sudah benar dan kegiatan usaha produksinya sudah memenuhi syarat dari berbagai aspek.

“Setiap orang yang mengajukan sertifikat PIRT itu pasti ditinjau airnya, bagaimana kandungannya, prosesnya bagaimana, higienis apa tidak, setelah dinyatakan memenuhi syarat dari aspek kesehatan dan lain-lain maka diberikan nomor registrasi PIRT,” katanya.

Menurut Wabup, dengan pencantuman PIRT itu, masyarakat selaku konsumen yang kritis akan selalu menanyakan PIRT tersebut, dan kalau belum mempunyai, akan menjadi kendala dalam pemasaran produk itu.

“Jadi saya sarankan pelaku industri yang belum punya PIRT segera mengurus, apalagi pemerintah bisa memfasilitasi PIRT itu, mungkin tidak bayar, kalaupun bayar tidak seberapa, yang penting memenuhi syarat,” katanya.

Selain PIRT, lanjut dia, yang tidak kalah penting dalam mendukung pemasaran produk adalah kemasan. “Jadi selama ini keluhannya bukan dari aspek produksi, tetapi dari aspek pemasaran, makanya pelaku usaha harus mampu mendekatkan ke konsumen,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...