Pebalab TdS Akui Etape IV Sangat Ekstrem dan Mempesona

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

156

AGAM — Memasuki etape IV di Tour de Singkarak (TdS) 2018, berbagai lokasi-lokasi yang memiliki keindahan alam dilalui oleh para pebalap dan official. Tersisa empat etape lainnya yang akan ditaklukkan oleh para pebalap.

Etape IV dimulai dari Danau Cimpago Kota Padang menuju Ambun Pagi Kabupaten Agam. Sebuah perjalanan yang mungkin tidak terlupakan bagi peserta. Di rute sepanjang 144 km dengan melalui sejumlah kawasan wisata membius pandangan mata pebalab dan official.

Salah satunya yakni Kelok 44 yang memiliki pemandangan Danau Maninjau. Di sini tersaji pemandangan yang indah, selain pesona danau, bentangan sawah yang bertingkat hingga adanya bangunan rumah penduduk yang berbentuk rumah gadang.

Kelok 44 merupakan salah satu objek wisata potensial yang dimiliki oleh Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tikungan tajam dan pendakian yang terjal, membuat rute di kampung Buya Hamka ini menjadi salah satu yang ekstrem di dunia.

Hal tersebut, juga diakui oleh pebalap asal Australia dari tim Sapura Cyling Team Malaysia yang memborong tiga jersey bergengsi, Jesse Ewart. Ini, sebutnya, merupakan salah satu etape yang indah, selain dari rute Solok – Tanah Datar kemarin.

“Ya, sungguh indah saat berada di Kelok 44 itu. Namun sayang sekali, di saat saya mau melakukan tanjakan, hujan mulai turun beserta kabut tebal. Tapi, saya tahu dari berbagai foto bahwa Kelok 44 sebuah lokasi yang strategis memandang keindahan alam,” sebutnya, Rabu (7/11/2018).

Berhadapan dengan rute yang terbilang cukup ekstrem, bukan halangan bagi Jesse Ewart untuk mempertahankan jersey yang sudah diraihnya sejak finish di urutan pertama, sekaligus menjadi Best Sprinters dan King of Mountain di etape sebelumnya.

Di etape IV ini, Jesse memang tidak mampu finis di urutan pertama, dan hanya mampu mencapai garis akhir di urutan 23. Namun, melihat kakulasi waktu, Jesse memperoleh waktu yang belum bisa dikalahkan oleh pebalap lainnya.

Jesse Ewart (jersey pink black) pebalap asal Australia dari tim Sapura Cyling Team Malaysia saat melaju dan hendak mencapai garis finish di Ambun Pagi Kabupaten Agam dengan kabut hujan begitu tebal. Foto: M. Noli Hendra

Hingga etape IV ini masih bertengger 15:51:32 dan berhak memegang yellow jersey. Begitu juga untuk Best Sprinters 28 poin. Lalu untuk King of Mountain, 19 poin.

Untuk KOM, Jesse memiliki poin yang sama dengan pebalap Marcelo dari 7RP, Bambang Suryadi dari PGN Cyling Team Indonesia. Raja tanjakan menjadi tugas Jesse pada etape V besok yang dimulai dari Kantor Bupati Limapuluh Kota menuju Kabupaten Pasaman dengan jarak tempuh 170 km.

Jesse mengatakan kembalinya ia naik panggung pada etape IV ini, dan berhasil menaklukkan KOM di 144 km, karena diunggulkan poin dan posisi start yang dimulai dari Kota Padang.

“Pada etape ini saya hanya fokus berpacu. Namun disaat hendak melalui KOM di Kelok 44 hujan disertai kabut tebal membuat saya dan juga pebalap lainnya mengurangi kecepatan, karena jarak pandang cukup pendek,” katanya.

Ia berkata, suatu capaian yang luar biasa, ia berhasil mencapai garis finis. Karena tenaganya cukup terkuras saat mendaki Kelok 44.

Baca Juga
Lihat juga...