Pebalap Ukraina Sukses Taklukan Rute Terpanjang TdS 2018

Editor: Mahadeva WS

155

DHARMASRAYA – Balapan yang cukup sengit, terjadi di etape II Tour de Singkarak (TdS) 2018, sesaat sebelum mencapai garis finish di Pulau Punjung, tepatnya di depan Kantor Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat. Jarak waktu antara yang terdepan, hingga sebelas pebalap yang mencapai garis finish tercepat, sangat tipis. 

Oleksandi Polivoda (yellow jersey), pebalap asal Ukraina, yang bergabung dengan tim  Ningxia Sport Lottery (China), bersama Bupati Dharmasraya Sutan Riska. Ia menjadi pebalap tercepat di etape II yang dimulai dari Kota Sawahlunto – Kabupaten Dharmasraya dengan jarak tempuh 204,1 km/Foto: M. Noli Hendra

Pada etape II, yang menempuh perjalanan 240,1 kilometer, dari Kota Sawahlunto ke Kabupaten Dharmasraya, merupakan etape terpanjang di TdS 2018. Balapan di etape kedua diikuti, 103 orang pebalap. Perjalanan dimulai melalui Kota Sawahlunto di kawasan geopark, keindahan alam yang tersaji tidak membuat pebalap terlena. Pebalap asal Ukraina, yang tergabung dalam tim Ningxia Sport Lottery (Cina), Oleksandi Polivoda, berhasil mencapai finish tercepat, dengan waktu 5.07.30.

Dengan raiahan tersebut, Polivoda tidak berhak mengenakan yellow jersey, tetapi juga ditasbihkan menjadi raja sprint, sehingga berhak menerima green jersey. “Kesulitan tidak ada yang begitu berarti. Tapi memang perjalanan yang cukup panjang, dan saya menikmati perjalanan ini,” ujar Polivoda usai balapan.

Polivoda menyebut, butuh usaha keras untuk menaklukkan etape II. Dia bersama rekan satu tim, mencoba untuk tetap bersama. Namun, ada sedikit ketegangan menjelang finish, karena posisi para pebalap sangat rapat.

Saat mencapai garis finish, Polivoda diapit sejumlah pebalap, seperti Robert Muller dari Nex-CCN (Laos), yang finish kedua, dengan catatan waktu selisih tiga detik. Catatan waktu Muller dengan pebalap ketiga, Ariya Phounsavath, dari Thailand Continental Cyling Team (Thailand), juga hanya terpaut sekian detik.

Perjalanan panjang dilalui 103 pebalap, Di awal, balapan diperkirakan akan menghabiskan waktu lima jam. Polivoda sebagai tercepat mencatatkan waktu waktu lima jam tujuh menit 30 detik. Sementara untuk raja tanjakan (King of Mountain), masih dipegang pebalap Iran, Resvani Gerkolay, dari tim Omidia Masshad Team (Iran). Resvani masih akan mengenakan jersey Polka-Dot. Sebelumnya ia juga berhasil menjadi raja tanjakan pada etape I rute Bukittinggi – Sijunjung.

Sementara itu, untuk kelasemen pebalap terbaik Indonesia (Best Indonesian Rider), di II tidak lagi dipegang oleh Jamalidin Novardianto, dari tim PGN Cyling Team. Pebalap dari KFC tim, Muhammad Abdurrohman, menjadi Best Indonesian Rider, dengan catatan waktu 8.33.35. Abdurrohman berhak menerima red and white jersey. Waktu Abdurrohman lebih cepat 2.41, dari Jamal yang berada di posisi kedua.

Etape II dimulai pukul 09.00 WIB, di Sawahlunto. Berkesempatan menjadi lokasi start, merupakan sebuah momen bagi peserta TdS 2018, untuk mengenal lebih jauh serta bisa menikmati keindahan dan kuliner yang ada di Kota Sawahlunto. Sebelum start, pebalap melakukan city tour sebanyak satu putaran, sebelum mulai melaju menuju Kabupaten Dharmasraya. Rute city tour di Sawahlunto, melewati Taman Segitiga, Pasar Sawahlunto dan berputar ke arah Museum Tambang Batu Bara Ombilin, setelah itu 103 pebalap yang ikut berpacu pada etape II ini melaju menuju Kabupaten Dharmasraya.

Baca Juga
Lihat juga...