Pedagang Pasar Wairkoja Tagih Janji Bupati Sikka

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

401

MAUMERE — Pasar Wairkoja yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar yang dibangun dengan dana dari Kementrian Perindustrian dan Perdagangan RI sejak 10 tahun lalu terkesan mubazir dan sepi dari pembeli akibat pemerintah kabupaten Sikka masih membiarkan pedagang berjualan di pinggir jalan negara di bekas pasar Geliting.

“Ada kesepakatan dalam hal ini kontrak politik yang pernah dibuat antara pedagang dan bupati dan wakil bupati Sikka terpilih yang saat itu masih menjadi calon bupati dan wakil bupati Sikka,” sebut Ketua komunitas pedagang pasar Wairkoja Robertus Odang, Kamis (8/11/2018) sore.

Dikatakan Robert, sapaannya, dalam kontrak politik bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan calon wakil bupati Sikka Romanus Woga menjanjikan beberapa hal.

“Bersedia mengakomodir kebutuhan prioritas dan disusun dalam program kerja 5 tahun dan program tahunan,” tegasnya.

Dalam kontrak politik ini kata Robert disebutkan, pihak kedua dalam hal ini bupati dan wakil bupati Sikka terpilih wajib melakukan peningkatan pengelolaan pasar Wairkoja, pengadaan air bersih dan listrik serta pembagian jalur jalan menjadi dua arah.

Apabila tidak memenuhi kewajibannya maka dapat digugat secara hukum dan politik.

“Kami pedagang pasar Wairkoja sejak 10 tahun lalu direlokasi ke pasar ini dari pasar Geliting di kecamatan Kewapante dan 80 unit kios permanen diundi oleh dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM kabupaten Sikka untuk kami tempati,” tuturnya.

Robertus Odang, ketua pedagang pasar Wairkoja desa Wairkoja kecawatan Kewapante kabupaten Sikka. Foto : Ebed de Rosary

Selama berjualan di pasar Wairkoja kata Robert, dari waktu ke waktu kondisi pasar semakin memprihatinkan dan omzet pedagang selalu menurun. Pedagang tidak bisa berbuat banyak meskipun sudah mempersoalkan hal ini ke pemerintah kabupaten Sikka.

“Ini terjadi karena akses jalan masuk ke pasar Wairkoja tidak mendukung dan fasilitas yang telah dibangun tidak bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Fasilitas pelengkap seperti air, listrik, keamanan dan pasar hewan juga tidak ada,” ungkapnya.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan, ia bertugas belum genap dua bulan dan program kegiatan kami masih mengikuti anggaran tahun 2018.

“Kalau ada yang dapat diakomodir akan diakomodir tahun 2018 sementara yang sebagian besar diakomodir dalam APBD 2019,” tuturnya.

Robi, sapaannya, menegaskan, akan membangun akses jalan dan terminal. Pemebabasan tanah sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2018 oleh pemimpin sebelumnya sehingga akan disiapkan dana untuk pembangunan serta menyiapkan akses jalan dan paling kurang dilebarkan.

“Jembatan dibangun yang baik dan akan disiapkan dana untuk pembebasan lahan dahulu. Untuk transportasi akan dibuat rute dan pengaturan khusus dimana penjual komoditi harus menjual di pasar Wairkoja agar pasar ini bisa ramai,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...