Pekerja Konstruksi Bersertifikat Perlu Ditingkatkan

133

PONTIANAK  – Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin, Moddy Nikson Sanger, mengatakan, saat ini pekerja bersertifikasi di Indonesia perlu ditingkatkan karena rasio yang sudah bersertifikasi masih rendah.

“Jumlah pekerja konstruksi di Indonesia sekitar 8 juta. Namun yang memiliki sertifikat baru 800 ribu pekerja. Tentu itu rasionya masih jauh rendah,” ujarnya saat dihubungi di Bengkayang, Minggu.

Ia menjelaskan bahwa sertifikasi menjadi bukti keterampilan yang dimiliki pekerja. Sesuai UU Nomor 2 tahun 2017, itu mewajibkan pekerja harus memiliki sertifikat di proyek konstruksi akan diberlakukan pada tahun 2019 mendatang.

“Sertifikasi merupakan proses penilaian kompetensi dan kemampuan profesi keahlian serta keterampilan di bidang jasa konstruksi menurut disiplin keilmuan dan keterampilan,” katanya.

Menurutnya, tujuan sertifikasi ini untuk menghasilkan kualitas pembangunan yang bagus, setelah hasilnya baik dan pasti nyaman untuk digunakan. “Kita berharap agar pemerintah daerah bekerja sama dalam rangka sertifikasi. Hal itu sejalan dengan pernyataan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang mengatakan, akan terus melanjutkan percepatan program sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi Indonesia pada 2019,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang, Agustus Noan, sangat mendukung program percepatan sertifikasi di daerahnya.

“Dengan adanya kegiatan percepatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi, ke depan dapat menghasilkan tenaga konstruksi yang terampil. Itu tentu memajukan daerah terutama memiliki pekerja terampil,” kata dia. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...