Pelaku UMKM Didorong Kuasai Ekonomi Digital

213
Pameran UMKM, ilustrasi-Dok: CDN

KULON PROGO – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menguasai ekonomi digital dan revolusi industri.

“UKM dituntut menggunakan teknologi digital dalam mengelola bisnis, agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Suparno, Selasa (6/11/2018).

Untuk itu, UMKM diminta fokus kepada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), untuk mendorong terciptanya inovasi baru. Dengan inovasi, UMKM dapat memenuhi permintaan pasar yang bergerak sangat cepat dengan tepat.

Pelaku UMKM harus konsisten menunjukkan kinerjanya, dalam membangun aktivitas ekonomi. Hal itu mampu menggerakkan perekonomian daerah. UMKM, merupakan pelaku bisnis yang dominan di Indonesia, dan telah menyerap tenaga kerja dalam jumlah sangat besar. “UKM merupakan ujung tombak ekonomi Indonesia di tingkat bawah,” tandasnya.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, mengatakan, usaha yang ada di setiap desa dan koperasi, harus mampu bekerja sama. Omzet yang dihasilkan pelaku usaha kecil, setiap bulan sangat besar.

Dengan pengelolaan yang baik, uang dari kegiatan tersebut tetap dapat berputar di Kulon Progo, bukan ke luar Kulon Progo. “Produk asli Kulon Progo, harus kita promosikan melalui belabeliku.com dan Tomira. Kita tidak benci produk asing, namun kita cinta kemandirian,” ungkapnya.

Executive Vice President of International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Jacky Mussry, mengatakan, dari segi SDM, para penggerak UMKM cenderung merekrut orang-orang yang memiliki pengetahuan baik. Namun, dari pengalamannya berkeliling Indonesia, dan bertemu dengan ribuan UMKM, ada tiga aspek yang tersoroti.

Aspek harus diperhatikan kewirausahaan, kreativitas, dan produktivitas. “Dari sisi kewirausahaan, banyak UKM sudah beroperasi, namun mereka belum tahu apakah apa yang mereka jalani itu sudah benar bila dilihat dari nilai-nilai kewirausahaan. Mereka belum berani dan belum mengetahui cara untuk menjadi lebih besar lagi,” katanya.

Banyak UMKM yang kreatif. Hanya saja banyak yang mengartikan kreatif itu hanya berhenti pada ide saja, padahal kalau mau fokus, bisnis kuncinya ada di eksekusi. “Kalau kreatif tapi eksekusinya buruk ya gagal,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...