Pelemahan Ekonomi Dunia Berdampak Pada Usaha Menengah

Editor: Mahadeva WS

141

JAKARTA – Pertumbugan ekonomi global diperkirakan akan rendah. Corporate Secretary and chief economist BNI, Ryan Kiryanto, menyebut, ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan tetap kuat, sementara pertumbuhan ekonomi negara berkembang dan Eropa, diperkirakan lebih rendah dari perkiraan awal.

Hal tersebut, sesuai proyeksi Bank Dunia, pada International Monetary Fund (IMF) di Bali pada Oktobet 2018 lalu. “Jika ekonomi dunia sedikit melemah, dampaknya ke korporasi skala besar dan kelas menengah. Dampak selanjutnya seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM),” kata Ryan, pada diskusi Proyeksi Perekonomian 2019, Tantangan bagi UKM, Rabu (7/11/2018).

Ryan menyebut, krisis moneter pada 1998, UKM dapat bertahan dari terpaan badainya. Hal itu dikarenakana, pelaku UKM tidak menggunakan Valuta Asing (Walas), sehingga tidak terpengaruh gejolak ekonomi global.

Kepala Biro Perencanaan Kemenkop dan UKM, Ahmad Jabadi, menambahkan, kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di 2015 mencapai 1,71 persen, di 2016 meningkat di kisaran 3,1 persen, dan di 2017 sebesar Rp 4,48 persen.

Sementara di 2018, diproyeksi pertumbuhan koperasi berada di 5 persen. Adapun, pertumbuhan UKM di 2017 mencapai 62 persen, dibandingkan Produk Domestik Bruto (PDB). Diharapkan, pertumbuhan UKM di 2018 bisa melampaui angka yang tercatat pada 2017 lalu. “Melalui gerakan masif koperasi dan UKM,  kita harapkan pertumbuhan keduanya meroket di tahun 2019,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...