Pelindo II Teluk Bayur Targetkan Peningkatan Ekspor

Editor: Koko Triarko

236
PADANG – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Teluk Bayur Padang, Sumatra Barat, menargetkan pada 2020 ekspor CPO melalui Teluk Bayur Padang mencapai lima juta ton per tahun. Hal ini mengingat, saat ini Sumatra Barat memiliki lima komoditas utama yang sudah menuju pasar dunia, yakni, CPO, Cangkang, Bungkil, Semen dan Batubara.
“Kita ingin jumlah ekspor melalui Teluk Bayur ini terus meningkat. Terutama, dari lima komoditas unggulan yang ada di Sumatra Barat ini. Apalagi, pada tahun lalu saja, ekspor untuk CPO saja pada 2017 mencapai 2,5 juta ton, dan tahun ini capaian 2,7 juta hingga 3 juta ton,” ujar GM PT Pelindo II, Armen Amir, saat menerima kunjungan Panglima Kodam (Pangdam) I/ Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah di Teluk Bayur, Senin (12/11/2018).
Karena itu, sambungnya, tahun depan pihaknya menargetkan mencapai 5 juta ton. Tidak hanya untuk CPO, namun komoditi lainnya juga.
Pelabuhan Teluk Bayur merupakan salah satu pelabuhan tertua nomor dua di Indonesia. Sehingga, ingin mengembalikan kejayaan dengan Teluk Bayur Bangkit, yakni dengan cara peningkatan jumlah ekspor CPO hingga 5 juta ton.
Ia menjelaskan, untuk pengiriman ekspor komoditi dari Teluk Bayur ini saja. Untuk CPO mengirim ke beberapa negara. Tak hanya Asia, namun Eropa juga Amerika. Di antaranya, India, Bangladesh, Thailand, USA, Eropa dan Kenya.
Kemudian untuk Cangkang, ada Jepang dan Korea Selatan. Lalu, Bungkil ke New Zaeland dan Korea Selatan. Tidak hanya itu, semen yang di ekspor dari sini juga ada ke beberapa negara di Asia, yaitu Bangladesh, Maladewa dan Srilanka. Sedangkan Batu Bara ke India.
Untuk itu, katanya, diharapkan ada peningkatan jumlah ekspor ini. Maka, Pelindo II akan meningkatkan produktivitas pelabuhan, yang selama ini kapal butuh waktu 3-4 hari, akan disingkat waktunya sehingga kapal akan datang kembali.
“Kemudian, kedalaman kolam juga akan ditambah, agar kapal lebih besar akan berdatangan ke Teluk Bayur. Tak hanya itu, dermaga akan ditambah,” sebutnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mendukung langkah target yang akan dilakukan Pelindo II ini. Apalagi, target ekspor ini akan berdampak kepada pergerakan ekonomi.
“Kita akan dukung target ekspor Pelindo ini terus meningkat. Karena ini akan mengerakan perekonomian,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Teluk Bayur turut menunjang pertumbuhan perekonomian di Sumatra Barat, karena cukup banyak barang yang keluar-masuk melalui Teluk Bayur, baik itu ekspor mau impor.
“Dengan adanya target yang ditetapkan itu, artinya akan berdampak positif ke pertumbuhan ekonomi di Sumatra Barat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Panglima Kodam (Pangdam) I/ Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, juga mendukung segala usaha yang dilakukan Pelindo untuk kemajuan perekonomian.
Khusunya dari segi ekspor komoditi yang ada di Indonesia. Hal ini mengingat, perkembangan Teluk Bayur juga akan berdampak kepada kesejahteraan rakyat.
“Kita akan dukung terus langkah Pelindo, dan meningkatkan sinergitas antarstakholders dalam saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Maka, kita harapakan sukses dan target lima juta ton per tahun ekspor Pelindo dapat terealisasi,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...