Pemanfaatan DD di Nunukan Terbaik di Kaltara

181
Awasi Dana Desa - Foto: Dokumentasi CDN

TANJUNG SELOR – Kabupaten Nunukan, menjadi daerah dengan pencapaian terbaik, pelaksanaan Dana Desa (DD) di Kalimantan Utara (Kaltara). Penilaian tersebut, baik dari sisi realisasi kegiatan, serta pemanfaatan, yang mampu menunjang aktifitas ekonomi masyarakat.

Data Rekapitulasi pemanfaatan DD dari 2015-2018 di Pemprov Kaltara, realisasi pelaksanaan di Kabupaten Nunukan menjadi yang paling tinggi ketimbang daerah lain di Kaltara. Tercatat alokasi anggaran Sarana dan Prasarana (Sarpras) mencapai Rp121,4 miliar, dan yang sudah terealisasi Rp 60,4 miliar. Sementara dari anggaran Non Sarpras Rp43,9 miliar, terealisasi Rp 14,4 miliar.

Secara keseluruhan di Kaltara, realisasi DD, hingga 5 Oktober 2018, untuk pembangunan infrastruktur mencapai 42,1 persen dan pemberdayaan masyarakat 21,32 persen. Rekapitulasi pemanfaatan DD dari 2015-2018, untuk jalan desa bersih yang sudah terbangun 367 kilometer, jembatan 5.842 meter, pasar desa 52 unit, BUMDes 220 unit. Juga ada pemanfaatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Keberhasilan Nunukan itu, juga mendapat apresiasi dari Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dalam beberapa kesempatan. “Saya meminta, hasil bagus ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi,” kata Irianto saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kaltara.

Sementara untuk daerah lain, Irianto mencatat, dana cepat tersalurkan, tetapi proses pelaporan pertanggungjawaban lamban. Sedangkan, berbagai program di Nunukan, sejalan dengan upaya optimalisasi yang dilakukan Pemprov Kaltara, untuk memanfaatkan DD lewat program prioritas pembangunan desa.

Antara lain mengoptimalkan program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Program tersebut menjadi pilihan, karena secara umum, warga desa bergerak di bidang usaha pertanian, kehutanan dan perikanan. Ada pula program BUMDesa, Embung Desa dan Raga Desa (Sarana Olahraga Desa). “Untuk program terakhir, saya terus mendorong tersedianya sarana olahraga desa di setiap desa,” tambahnya.

Dana Desa juga berhasil menciptakan lapangan kerja. Hal tersebut dikatakannya, mendorong warga desa untuk tidak berurbanisasi, serta mengurangi angka kemiskinan di desa. Di dalam PP No.60/2014 tentang Dana Desa, dana yang bersumber dari APBN tersebut, diperuntukkan bagi desa dan ditransfer langsung ke rekening pemerintah desa.

Dana Desa digunakan untuk membiayai pemerintahan, pemberdayaan masyarakat desa dan kegiatan lain. Jika Dana Desa digunakan diluar dari definisi yang ada, maka masuk katagori menyimpang, yang disebut Irianto, jika terjadi penyimpangan masuk ranah tindak pidana korupsi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...